Pasar Rakyat Tebas Hampir Rampung Dibangun, Kasak Kusuk PKL Bakal Ditempatkan Ditingkat Dua

“ Menurut romur yang berkembang ada dugaan oknum mulai menjual kios ukuran 2.5 x 4 dengan harga yang cukup pantastis”

SAMBAS ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Terkait pembangunan pasar rakyat Tebas yang berlokasi di ex Terminal

Bangunan Pasar Rakya Tebas Kabupaten Sambas./ foto : Lk-PKP
Bangunan Pasar Rakya Tebas Kabupaten Sambas./ foto : Lk-PKP

Tebas adalah merupakan solusi untuk merelokasi para PKL yang memang berdesakan berdagang di teras kakilima pasar Tebas dan semua orang sepakat berpendapat bahwa dengan kian maraknya para PKL di kaki lima pasar Tebas tampak terkesan sangat kumuh dan selain itu kian memperburuk sanitasi diseputaran pasar Tebas dengan menumpuknya kotoran diselokan selokan pasar.

Pasar Rakyat ini di bangun dengan menelan dana lebih kurang Rp.13 miliyar, terang Uray Tajudin Kepala Dinas Disperindagkop Kabupaten Sambas saat sosialisasi pada para PKL Tebas di Gedung Serbaguna.

Pembangunan ini bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sambas demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya PKL, sambung Uray Tajudin.

Bangunan yang sudah hampir rampung dibangun ditengah-tengan jantung kota Tebas, namun apakah tingkat perekonomian para PKL betul-betul tergantung disini.

Untuk mengetahuinya “Postkotapontianak Online” menemui beberapa PKL Tebas terutama para pedagang bakso, mie, nasi goreng dan bubur serta aneka makanan lainnya.

Bangunan yang hampir jadi, menurut Ida, penjuan Mi dan Bakso mengatakan bahwa kami nantinya akan ditempatkan di tingkat dua dengan tempat yang berukuran 2,5 X 4 meter. Melihat luasnya tempat itu jelas tidak cukup untuk meja dan menempatkan barang lainnya, kondisi seperti ini tiba-tiba membuat saya lemas, keluh Ida.

Nah belum lagi menyangkut konsumennya, apakah mau naik ke atas membeli dagangan kami, di kaki lima saja terkadang kami terkantuk-kantuk dan berjualan sampai pagi, kalau dikaki lima lumayan sambil orang lalang langsung dapat singgah ditempat jualan kami, kalau ditempat kayak gini siapa yang lalu lalang, ucap Ida.

Perlu diketahui kata Ida, untuk modal jualan ini berutang dengan toko sembako langganan kami, kalau laku ya diansur kalau tidak tetap ngutang.

Sementara bahan makanan kami yang tidak laku pasti dibuang takut basi, nah ngutang lagi sementara modal belum kembali,timpal Ita.

Beberapa pedagang bakso dan para pedagan lainnya di PKL Tebas dengan tegas, mengatakan kalau sampai lima bulan saja sepi pembeli di lokasi pasar rakyat itu dipastikan kami akan kembali ke kaki lima lagi, sebab kami harus dapat uang maka dagangan kami harus ada pembelinya, banyak yang harus kami bayar sehari-harinya, seperti kredit Bank, Koperasi, bea sekolah anak, listrik, BPJS dan lain-lain, jangan justru kami tambah sengsara akibat beban hidup yang kian berat, cetus Ria pedagang Bakso.

Selain kasak-kusuk keluhan para PKL Tebas, media ini juga mendengar rumor bahwa ada oknum yang mulai ingin menjual tempatnya dengan kisaran harga Rp.20 s/d Rp.35 Juta, apakah ini benar-benar ada, wartawan postkotapontianak.com coba menulusuri kebenaran hal tersebut. Sebab issue yang berkembang ini jangan sampai benar adanya, papar salah satu Tokoh masyarakat minta namanya tidak ditulis./Luk/PKP

( Media Online-Himbauan Bagi Pembaca : Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan dan mengatasnamakan “POSTKOTAPONTIANAK.COM”, wartawan kami terdaftar di Box Redaksi dan mengantongi ID card terbaru.  Redaksi  0816 4905 7588 )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *