Panwaslu Bekerja di Lantai

Wali Kota Tak Peduli Pelaksanaan Pemilukada  

panwaslu-POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Kendati tahapan Pilkada telah di mulai, sementara Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok tetap harus melakukan aktivitas dikantor tanpa alat kantor. Bahkan mereka terpaksa bekerja duduk di lantai. Itu terkihat bahwa Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail ternyata kurang peduli terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok 2015 ini.

“Padahal Panwaslu sudah mengajuan surat untuk pengadaan perangkat kerja ke DPPKA sejak tanggal 26 Mei lalu, pengajuan tersebut tak digubris hingga saat ini akibatnya, para anggota Panwaslu hanya bekerja di lantai,” terang Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Depok, Ginting, kepada wartawan, Kamis (11/6/2015), di Balaikota.

Dia mengakui, bahwa berawal pihaknya mengajukan surat permohonan pengadaan perangkat kerja kepada Kesbangpol yang kemudian diserahkan kepada DPPKA. Tapi pihak DPPKA justru tidak merespon dengan antusias, mereka hanya diam tak berkomentar apapun.

“Namun hingga siang kami sudah tanyakan surat sampai apa belum. Dibilangnya surat sudah masuk tapi mereka hanya diam dan tak ada yang ngaku, saat dicek kesana pegawainya sedang tidak di kantor,” ucap Ginting.

Menurut Ginting, dalam isi surat pengajuan tersebut yakni Panwaslu meminta kepada DPPKA untuk menyediakan lima meja dan lima kursi. Sedangkan untuk perangkat lainnya seperti komputer,printer, ATK menunggu pencairan dana.

“Seharusnya kalau belum ada biaya harus dipinjamkan dulu. Kalau seperti ini, gimana Panwas mau berkerja sedang tahapan sudah berjalan tapi NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) belum juga di berikan,” tuturnya.

Ginting menegaskan, bahwa informasi terakhir pengadaan perangkat barang baru akan dibahas tanggal 15 Juni nanti di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok untuk melakukan penyesuaian ulang larena berbenturan harga dengan Pemkot. Setelahnya baru akan ditandatangani oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail.
Jadi nasib Panwaslu di Depok tak lebih baik dari Panwaslu di Pangandaran. Dimana di Pangandaran sendiri alokasi anggaran sudah selesai semua. Sementara di Depok sudah dibahas tapi perlu pembahasan lebih dalam lagi.

 “Kita Kalau pasang iklan pun ngutang dulu sama koran atau media online. Untuk sementara barang-barang yang ada seperti meja maupun kursi yang ada di Kantor Panwaslu Depok dihasilkan dari para anggota Panwaslu Depok sendiri,” tandasnya./Faldi/Sudrajat


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *