Pandangan Umum Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Sintang.

SINTANG-www.postkotapontianak.com .Fraksi Nasdem DPRD Sintang menyampaikan Pandangan Umum Fraksinya Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Atas Perda No 17 Tahun 2017 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2018.

Pandangan Umum fraksi tersebut disampaikan dalam rapat Paripurna ke-10 DPRD Sintang masa persidangan III di Ruang Sidang Utama DPRD, Rabu (10 Oktober 2018).

Juru bicara Hermanto menyampaikan bahwa fraksi Nasdem DPRD kabupaten sintang mengucapkan terima kasih kepada Bupati sintang, yang telah menyampaikan pidato penyampaian nota keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan atas perda no 17 tahun 2017 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten sintang tahun anggaran 2018, pada sidang paripurna ke-9, masa persidangan 3 ( tiga ),tanggal 9 oktober 2018 yang lalu.

Raperda perubahan APBD merupakan perwujudan dari perubahan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) diawali dengan kebijakkan umum perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah dan perubahan proritas plafon anggaran sementara (PPAS) yang disepakati dan disetujui bersama antara pemerintah daerah bersama-sama DPRD.

Perubahan APBD menggambarkan kebutuhan fiskaldaerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, baik urusan wajib yang terkait pelayanan maupun urusan pilihan sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Perubahan APBD pada prinsipnya dilakaukan untuk menyesuaikan APBD dengan perkembangan dan atau oleh karena akibat perubahan keadaan apabila terjadi:

  1. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA.
  2. Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antara unit organisasi, antara kegiatan, dan antara jenis belanja.
  3. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelum harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan. Saldo anggaran lebih tahun sebelumnya adalah sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya.
  4. Keadaan darurat
  5. Keadaan luar biasa. Ungkap Hermanto.

 (Pewarta: Yefta LMB G)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *