Paguyuban Mandat Mataram Jajaki Kembali Aliansi Peradaban Turki-Indonesia

Turki – Meski baru berdiri, namun Paguyuban Mandat Mataram sebagai paguyuban yang konsen dalam pelestarian tradisi dan budaya jawa mencoba mempopulerkan keris Indonesia ke mancanegara, salah satunya ke Turki. Turki ternyata menyimpan berbagai potensi dan kemungkinan penjajakan kerjasama kebudayaan yang lebih erat karena hubungan ini sudah ada sejak jaman kesultanan Mataram dulu.

“Kami melihat bahwa hubungan Turki-Indonesia bukan sekedar hubungan diplomatik antar negara saja. Hubungan ini ternyata disatukan oleh sejarah panjang utsmani-mataram sejak abad ke 17. Di sinilah kami hadir untuk membangun kembali aliansi peradaban yang sudah terbangun sejak dulu.” Ujar Sujatmiko Dwi Atmodjo dalam rilisnya (8/12/17).

Jatmiko melihat bahwa salah satu pintu masuk penjajagan tersebut adalah melalui jalur kebudayaan. Salah satu media kebudayaan yang digunakan adalah keris yang sudah diakui oleh badan dunia PBB, UNESCO pada 25 November 2005 lalu.

“Sebagai warisan budaya tak benda milik dunia, Keris menjadi duta budaya kami untuk merekatkan hubungan persaudaraan Turki-Indonesia. Kami telah melakukan penjajakan awal dengan Mr. Salih H. Dogan, Direktur Utama/Kepala Museum Panorama 1453, Direktur Kultuur AS  Istanbul (Lembaga Pengelola Aset-aset Bersejarah Turki Wilayah Istanbul) guna membahas appointment penyerahan hadiah keris untuk Presiden Erdogan, juga perencanaan pameran Tosan Aji Nusantara di Istanbul, dan penjajakan kerjasama pembangunan museum pertalian peradaban dan kebudayaan; sebagai rintisan upaya menyambung kembali hubungan ‘Utsmani-Mataram, dan membangun aliansi peradaban dan kebudayaan Turki-Indonesia. Alhamdulillah, respon dari beliau sangat bagus. Kami berharap upaya baik ini segera terealisir.” pungkasnya.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *