Ormas IPDM Pemersatu Bangsa

Post Kota Pontianak
BENGKAYANG-Dalam rangka menjalin silaturrahmi antar sesama etnis Dayak ratusan anggota yang menganut keyakinan muslim  di Kabupaten Bengkayang  melakukan musyawarah pembentukan Ormas yang diberi nama Ikatan Persaudaraan Dayak Muslim (IPDM) periode 2015-2018 di Mesjid Agung Bengkayang 25/1/2015 lalu.

Haji Timus Tio AkipHal ini dilakukan untuk memperkokoh tali persaudaraan dan persatuan menjunjung tinggi azas Pancasila,Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua pengurus ormas IPDM periode 2015-2018  Haji Timus Tio Akip mengatakan, kehadiran Paguyuban ini dimaksudkan bisa bekerja sama ditengah semua etnis yang ada dan menjalankan agama sesuai dengan keyakinan masing-masing,”ungkap Haji Timus saat ramah tamah di mesjid Agung Bengkayang kemaren.

Menurut Timus historisnyap suku Dayak terdiri dari puluhan sub ras di pulau Borneo seiring dengan,asimilasi,urbanisasi penduduk menyebar ke beberapa wilayah nusantara.”katanya.

Selain itu,lanjut Timus akhir-akhir ini timbul persepsi di tengah masyarakat antara keyakinan dan suku di samakan,misalnya jika memeluk agama islam mereka dianggap masuk etnis melayu,inikan salah persepsi ungkap,”Haji Timus ,mantan TNI ini.

Dia mencontohkan suku Batak,Jawa,Bugis dan lainnya,dimanapun mereka berada dan agama apapun yang dianut tidak menghilangkan identitas sukunya.

Berdasarkan data yang kita miliki khususnya di Bengkayang dari 17 Kecamatan yang ada  di perkirakan penduduk etnis Dayak yang menganut muslim sekitar 15 ribu orang,sementara yang sudah bergabung dengan IPDM berkisar 300 anggota,” urainya.

Itu baru di Bengkayang belum lagi di Kabupaten lain di wilayah Kalbar,” katanya.

Di tempat bersamaan sekretaris IPDM Teddy Mizwar mengatakan Kita selalu membuka diri menjalin komunikasi satu dengan yang lain mudahan ormas keagamaan sosial masyarakat ini terus berkembang  membawa pilar kedamaian   membangun sumberdaya  manusia di daerah “katanya.

Kita dorong IPDM mampu menjadi insan pemersatu bangsa yang bertaqwa kepada allah swt menjalankan kaidah agama,menjalin keharmonisan antar etnis umat beragama dan Pemerintah agar tercipta suasana damai yang hakiki antara sesama,”jelasnya.(antony)