Niat Baik dan Sadar Hukum Warga, Seekor Orang Utan Miliknya Diserahkan Kepada Polres Mempawah

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH : – UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati beserta ekosistemnya, pasal 21 ayat (2) bab V menyebutkan setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan memperniagakan satwa dalam kondisi hidup.

Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dapat dipidana dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

DIJUAL RUMAH : LOKASI SUNGAI RAYA DALAM KOTA MADYA PONTIANAK

Mendapat informasi kepemilikan satwa dilindungi, Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, S.Ik, MH menugaskan Kasat Reskrim AKP Muhammad Resky Rizal untuk menindaklanjuti hak tersebut. Rabu (26/08/2020).

Kasat Reskrim AKP Muhammad Resky Rizal membenarkan informasi dari masyarakat tersebut, tentang keberadaan seekor orang utan yang dipelihara oleh warga bernama Ariyandi yang beralamat di Gang Wak Tapak, Kelurahan Tanjung.

Personel Satreskrim Polres Mempawah melakukan pengecekan ke kediaman warga tersebut, di rumah itu ditemukan seekor orang utan. Dengan memberikan penjelasan dan pemahaman tentang aturan dan sanksi hukum berkaitan dengan satwa yang dilindungi.

BACA JUGA :

Menteri KKP Sosialisasi Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting di Kampus Binawan

KKP dan Universitas Binawan Gelar Webinar Nasional “Gemar Makan Ikan Cegah Stunting”

Patroli Polsek Pontianak Timur Himbau Agar Warga Selalu Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Jarak Aman

Polda Kalbar Hadirkan Ketua KPU dan Bawaslu RI di Acara FGD Pilkada Serentak 2020

 

Bahwa ada beberapa jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang yakni, orang utan, beruang madu, trenggiling, kelempiau, kelasi, kukang, elang bondol, landak, bekantan, tarsius/kukang/binatang hantu, enggang dan penyu sisik.

“Awalnya sempat ada keberatan, namun setelah kita berikan pemahaman tentang ketentuan hukum akhirnya si pemilik menyerahkan satwa tersebut. Informasinya, orang utan ini sudah dipelihara selama 3 tahun,” terang Resky.

Kemudian, orang utan tersebut dibawa ke Mapolres Mempawah untuk diamankan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Dalam proses itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Barat terhadap penanganan lebih lanjut terhadap orang utan tersebut.

BACA JUGA : Pangdam III/Siliwangi Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

“Kami juga menghubungi dokter hewan untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan satwa orang utan ini. Setelah itu, akan kita serahkan penangananya kepada BKSDA Kalbar,” ucapnya./*

GN/ABE PERS.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *