Ngeri di Depok Penyebaran COVID-19 Semakin Masif, Perlu Penanganan Serius

PKP : KOTA DEPOK — Ngerih hingga saat ini penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Depok semakin masif. Bahkan, kembali ditemukan klaster baru di lingkungan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) terkonfirmasi positif Covid-19, yang berdampak sejumlah kantor Pemkot Depok ditutup sementara selama satu pekan.

Diantaranya, kantor Kecamatan Sukmajaya, Sekda Depok, Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Gedung Perpustakaan, Kecamatan Tapos, Gedung Dekranasda, Gedung DPRD Kota Depok dan yang terbaru yakni kantor Kelurahan Pancoran Mas serta kantor Kecamatan Cipayung.

“Benar, sejumlah pegawai di Kantor Kecamatan Cipayung, Kota Depok, dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga pelayanan di kantor tersebut ditutup sementara,” ujar Plt Camat Cipayung, Kota Depok, Asloe’ah Madjri,
Selasa (8/9/2020), saat di konfirmasi sejumlah wartawan.

Bersama Ketua Yayasan Ardya Garini, Ketua Persit KCK PD XII/Tpr Ikuti Webinar Wirausaha Mandiri

LANTAMAL XII SAMBUT HUT TNI AL KE 75 DENGAN BAKSOS KESEHATAN DAN PEMBAGIAN SEMBAKO

Polres Kukar Cek Harga Kebutuhan Pokok Dan Himbau Protokol Kesehatan Covid-19

Polsek Palmerah, Jakarta Barat, bersama Biznet Dukung Kegiatan Belajar Secara Daring Di Tengah Pandemi Covid19

Penggugat Nilai Putusan PN Mempawah Kontroversial

Menurutnya, bahwa penutupan sementara kantor kecamatan Cipayung selama satu minggu, mulai 7-14 September 2020. “Ada satu ASN kantor kecamatan yang terkonfirmasi positif, jadi ditutup sementara untuk strerilisasi, mitigasi dan penyemprotan disinfektan serta juga akan dilakukan tracking,” tutur Lulu sapaannya.

Lulu menambahkan, bahwa untuk sementara pelayanan dialihkan ke kantor Kelurahan Ratujaya. “Bagi warga yang hendak mengurus sesuatu, silahkan datang ke kantor Kelurahan Ratujaya,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana menerangkan, bahwa penyebaran Covid-19 masih terus berlangsung dan meningkat, belum ada tanda-tanda terjadi penurunan kasus. Berdasarkan laporan Tim GTPPC Kota Depok, Senin (7/9), terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 43 orang. Total keseluruhan pasien terkonfirmasi positif saat ini berjumlah 2.496 orang.

Sedangkan pasien positif meninggal dunia bertambah dua orang. Total pasien konfirmasi positif meninggal sebanyak 86 orang. Adapun, jumlah pasien positif yang dinyatakan sembuh bertambah 33 orang. Total keseluruhan pasien positif sembuh sebanyak 1.742 orang.

“Sejumlah langkah penekanan penyebaran Covid-19 yang sudah dijalankan, akan tetap menjadi fokus pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Keputusan tersebut untuk merespons peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 yang berasal dari klaster perkantoran atau tempat kerja,” ujar Dadang.

Dia menyebutkan, bahwa diantara langkah yang akan diperkuat adalah mengoptimalkan Pembatasan Ativitas Warga (PAW) di malam hari, pelaksanaan Pembatasan Sosial pada RW yang ditetapkan sebagai wilayah Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS). Kemudian, pengawasan dan penertiban protokol kesehatan, baik untuk warga secara individu, kelompok, pelaku usaha, kantor secara lebih tegas dengan lakukan razia masker dan patroli perbatasan bersama Pemerintah Provinsi Jabar dan Jakarta.

DIJUAL RUMAH : LOKASI SUNGAI RAYA DALAM KOTA MADYA PONTIANAK

“Bahkan untuk selanjutnya, meningkatkan kegiatan pemeriksaan test Swab massal. Sasarannya, baik untuk mereka yang masuk pada kasus kontak erat, suspek atau prioritas lainnya yang ditetapkan,” papar Dadang.

Dadang juga menabahkan, bahwa di lingkungan perkantoran, pihaknya akan mengoptimalkan bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH), termasuk ASN Pemkot Depok. “Sementara tidak diperkenankan melakukan perjalanan dinas luar daerah. Begitu juga semua kegiatan rapat, dilaksanakan secara virtual,” pungkas Kadishub Kota Depok itu.

SAID


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *