Nesar Patria Tegaskan Wartawan Jangan Rangkap Profesi

ROTE NDAO ! POSTKOTAPontianak.com – Independensi wartawan merupakan orang yang secara teratur melaksanakan Tugas Jurnalistik yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Pasalnya,  di kabupaten Rote Ndao ada wartawan yang menodai undang-undang pers,UU 15 NO 40/THN 1999.
Isak Doris Faot, wartawan yang merangkap guru Kontrak Daerah di Pemkab Rote Ndao./ Dance H
Isak Doris Faot, wartawan yang merangkap guru Kontrak Daerah di Pemkab Rote Ndao./ Dance H

Penilaian ini datang dari sejumlah kalangan saat “Postkotapontianak.com”  meminta penjelasan kepada Anggota Dewan Pers Nesar Patria menegaskan jika ada wartawan di Nusa Tenggara Timur (ROTE NDAO) menggandeng profesi maka anggota dewan pers minta penegasan dari organisasi PWI dan AJI agar wartawan jangan merangkap Profesi lain karena itu hanya demi kepentingan pribadi.

 Nesar Patria menegaskan jika ada wartawan di Nusa Tenggara Timur  seperti itu maka oknum wartawan yang berprofesi Guru itu di keluarkan dari wartawan, wartwan itu seharusnya profosional dan bukan menulis  karena kepentingannya.”  Kembali Nesar Patria tegaskan lagi kepada setiap wartawan jika ada wartawan yang ingin menjadi pengacara hanya menjadi pengacara saja tidak boleh merangkap profesi lain seperti wartawan di kabupaten Rote Ndao itu ia sudah wartawan melakukan kegiatan peliputan di Pemkab Rote Ndao sambil mengajar sebagai Guru tenaga Honor.
Jika itu maunya maka dia harus segera keluar dari wartawan dan jika ada wartawan yang berprofesi seperti itu maka penulisan dia itu demi kepentingan pribadinya, karena undang-undang pers jelas di setiap media tapi kenapa dia melanggarnya jadi lebih baik dia pilih hanya satu profesi saja.
” Dan lebih jelas di kode etik jurnalistik itu jelas maka jika ada wartawan yang melakukan penulisan sambil bekerja sebagai tenaga Guru Honor maka itu ada kepentingan pribadi.  Jika kita mau jadi profesi wartawan maka kita harus menjadi wartawan sejati saja jangan merangkap profesi lain lagi.
Jika ada wartawan yang menulis hanya menulis setiap hari hanya kebaikan pemerintah maka itu di tunjukan wartawan itu bukan profosional, wartawan itu boleh menulis tapi menulislah profosional.
Dan jika dia mau jadi wartawan maka dia harus fokus lah menjadi wartawan jangan dia merangkap profesi lain seperti dia merangkap guru  honor lagi,  itu sudah jelas dia melanggar  Undang-Undang Pers karena tidak ada satu pun undang-undang yang menyuruh wartawan menulis hanya untuk kepentingan perkelompok dan membiarkan kelompok yang lain menderita. ” Anggota dewan pers Nesar patria meminta kepada organisasi PWI dan AJI agar menegaskan teguran keras kepada setiap Anggota wartawannya.
Tidak dibenarkan  anggota wartawan  merangkap-rangkap profesi lain di daerah Nusa Tenggara Timur, ungkap Nesar Patria anggota dewan pers, Minggu ( 10/1/ 2016)  kepada  “Postkotapontianak.com.  (Dance Henuh -NTT)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *