Nekad cabuli gadis belia, RL di ciduk

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SEKADAU-Entah sedang dirasuki setan apa, RL alias LP (39), tega mencabuli WD, gadis yang masih berusia 13 tahun. Meski usianya sudah hampir kepala 4, namun RL belum juga kokoh imannya.

lompat jendela ilusMelihat gadis yang masih belum tersentuh, apalagi tubuhnya gemulai dan putih mulus bak ubi yang dikupas kulitnya, air liur RL tak urung menetes.

Kejadian bermula ketika WD sedang sendirian di rumah orang tuanya di RT 03, Dusun Sebedau, Desa Sungai Ayak 1 Kecamatan Belitang Hilir, Sabtu (3/1/2015) hari itu, WD ditinggal orang tuanya pergi ke kebun.

Melihat ada peluang, RL pun mendeklarasikan tekadnya untuk menjamah si gadis perawan. Tekad RL makin bulat lantaran selama ini ia sering dituding getol merayu WD oleh orangtua si gadis.

Rumahnya yang hanya berjarak lebih kurang 20 meter dari tempat tinggal WD memudahkan RL memonitor situasi dan menyusun strategi guna memuluskan aksi bejatnya.

Ketika melihat situasi sudah memungkinkan, RL pun bersiap melancarkan aksinya.

Walaupun keadaan tengah sepi, RL tak serta merta terang-terangan menjalankan aksinya. Untuk masuk ke rumah WD, RL diam-diam megendap lewat pintu belakang. Kehadirannya pun tak disadari oleh WD.
Saat tiba di lokasi tujuan, RL mendapati WD sedang berbaring diruangan depan. Posisi berbaring inilah yang diidamkan oleh RL karena aksinya akan semakin dipermudah dengan posisi tubuh RL yang berbaring telentang.

Nafsu sudah diujung tanduk, RL kontan meraba tubuh WD tanpa permisi. WD yang tengah tertidur itupun lantas terbangun.

Begitu panik melihat sasarannya sadar, RL menyodorkan uang sebesar Rp. 20.000 kepada WD.

Belum juga sempat WD mengeluarkan sepatah kata, RL langsung menggendong WD masuk ke kamar orang tuanya, di kamar inilah RL beraksi dengan leluasa.

Sedang asik-asiknya meraba-raba sekitar wilayah dada dan menggesek-gesekkan “pentungannya” ke daerah kewanitaan WD, tiba-tiba orang tua WD pulang ke rumah.

Tentu saja RL panik bukan main, bukan tidak mungkin bogem mentah bakal mendarat di wajahnya jika tidak segera kabur.

Melihat ada jendela yang terbuka, RL segera melompat ibarat bajing profesional. Saat ditemukan orangtuanya, WD yang masih duduk di bangku SD tengah terbaring di atas kasur dan sudah berpakaian lengkap.

Terang saja orangtua WD berang melihat anak perawannya dilecehkan oleh pria beristri yang tidak tahu diri. Saat itu juga orangtua WD melaporkan ke Polsek Belitang Hilir.
Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menciduk ayah dua anak bermoral bejat tersebut.

Saat polisi tiba di rumahnya, RL yang masih tertidur bersama istri dan kedua anaknya tak banyak membantah.

“ Pelaku dikenakan UU perlindungan anak,” tegas Kapolsek Belitang Hilir, IPDA Tri Teguh Mulyono pada “Postkotapontianak.com”.(Yahya iskandar)