Narkotika Kian Merajalela di Sekadau

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SEKADAU-Peredaran dan tingkat konsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah Kabupaten Sekadau semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan rilis yang diterima dari Kepolisian Resor Sekadau, trend kasus narkotika meningkat cukup signifikan saban tahun.

IlustrasiUmumnya, narkotika beredar di kalangan pemuda. Mayoritas pengkonsumsi narkotika yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian berasal dari kaum muda. Namun ironis, oknum aparat hukum pun tak di jamin aman dari obat-obatan berbahaya ini.

Pada akhir tahun 2014 lalu, Polres Sekadau berhasil menangkap satu orang oknum aparat hukum yang kedapatan memiliki dan dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika.

Kopda AS ditangkap satuan Res Narkoba Polres Sekadau awal November lalu karena ketahuan memiliki 3 butir pil ekstasi dan satu paket sabu-sabu.

Penangkapan Kopda AS menambah daftar kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani oleh Polres Sekadau. Tahun lalu, setidaknya ada 6 kasus narkotika dengan jumlah tersangka yang diamankan 14 orang termasuk Kopda AS.

Adalah AS, ME dan H alias AA, tiga sekawan yang ditangkap pada bulan Februari 2014 karena positif mengkonsumsi narkoba dan memiliki barang haram itu.

Sebulan setelahnya, polisi kembali menangkap RB, SHP, dan Rn dengan kasus yang sama yakni memiliki dan mengkonsumsi narkoba.  Kemudian pada bulan Agustus 2014 polisi kembali mengamankan JP alias Jn.

Bulan November 2014 menjadi bulan yang sangat menyibukkan polisi karena dalam satu bulan terungkap tiga kasus narkoba sekaligus. Yang pertama adalah penggerebekan pesta narkoba di kawasan jalan Abadi yang melibatkan  Ap, Jn, Hs, LA dan EW. Tak lama berselang, kembali terjadi penangkapan terhadap tersangka narkotika yaitu Kopda AS yang merupakan anggota TNI. Kemudian, penangkapan SA dan Rd menutup rangkaian pengungkapan kasus narkoba yang berhasil dituntaskan oleh polisi.

“ Tahun 2014 kami berhasil menangkap 14 orang tersangka penyalahgunaan narkotika. Mereka ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda. Ada yang sendirian, ada juga yang berkelompok,” terang Kasat Reserse Narkoba Polres Sekadau, AKP K Purba kepada “PostkotaPontianak.com”,
Meski kasus penyalahgunaan narkotika yang terungkap cukup banyak, namun peredaran narkoba di Sekadau diyakini masih marak. Hal itu diamini Purba.

Menurut Purba, melihat trend peningkatan kasus narkoba yang terus menanjak dari tahun ke tahun, artinya peredaran narkoba pun kian meningkat. Hal ini membutuhkan perhatian semua pihak, tidak hanya pihak kepolisian.
“Kami tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat,” ujar Purba.

Masih berdasarkan hasil pengungkapan polisi, narkotika yang beredar di Sekadau pun sangat variatif jenisnya. Dari sekian banyak jenis, yang paling dominan adalah sabu-sabu.

Narkotika berbentuk bubuk ini paling banyak ditemukan beredar di kalangan para tersangka yang tertangkap. Selain sabu, pil ekstasi menempati posisi terbanyak kedua.

Dari semua kasus narkoba yang terungkap, penggerebekan pesta narkoba di jalan Abadi padal pertengahan November lalu menjadi yang paling heboh.

Selain karena salah satu tersangka, yakni Ap, merupakan salah satu pengusaha yang cukup populer di Sekadau, lokasi pesta narkoba yang berada di tengah-tengah pemukiman warga juga mengagetkan banyak kalangan.

Selain itu, keberadaan dua orang gadis remaja bersama kelompok pemuda tersebut juga menyita perhatian.
Sedangkan penangkapan Kopral Dua AS sendiri sebetulnya terjadi tanpa direncanakan.

AS yang saat itu tengah melintas dari Meliau, Kabupaten Sanggau menuju Kabupaten Melawi terjaring oleh petugas yang tengah menjalankan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Saat diperiksa, AS kedapatan membawa tiga butir ekstasi dan satu paket sabu-sabu. AS pun harus di boyong ke sel tahanan Mapolres Sekadau.(Yahya iskandar)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *