Nana Tresia Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Nana Tresia hanya bisa mengeluh sambil menahan rasa sakit. Hari-harinya lebih banyak

Tresia dan surat kemiskinan dari Kades Munggu Sekadau./ms
Tresia dan surat kemiskinan dari Kades Munggu Sekadau./ms

dihabiskan berbaring pada sebuah kasur tipis di kediaman anaknya di Jalan Damai, RT 001 Desa Mungguk, tak jauh dari rumah dinas Wakil Bupati Sekadau. Wanita kelahiran Boti, 2 Mei 1959 ini sepanjang hari harus berkutat dengan rasa sakit yang menggerogoti bagian tubuhnya

Nana Tresia adalah salah satu warga Sekadau yang menderita semacam tumor ganas pada bagian pipi sebelah kanannya. Tumor tersebut menyebabkan sebagian besar wajah kanannya tertutup luka. Sudah pasti ia sangat menderita. Bahkan, untuk berbicara saja Tresia tak sanggup. Untuk berkomunikasi, ia menggunakan bahasa isyarat.

Penyakit tersebut sudah dideritanya sejak dua tahun terakhir. Awalnya, Tresia hanya mengeluh menderita luka kecil semacam sariawan pada bagian gusi kanannya.

Namun, lama-kelamaan luka tersebut menjalan ke bagian tubuh luar hingga merambah bagian wajahnya. Setelah bertahun-tahun, penyakit tersebut semakin ganas hingga membuat tubuh Tresia kurus kering.

Menurut Diana, salah satu anak Tresia, pihak keluarga sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan perawatan kepada Tresia. Namun, karena kesulitan ekonomi, saat ini Tresia hanya bisa terbaring di rumahnya.

Kami sampai jual tanah untuk mengobati ibu, sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa dijual. Tapi ibu belum sembuh juga, kami sudah tidak punya uang lagi,” tutur Diana saat ditemui wartawan menyambangi kediamannya, (7/7/2015).

Beberapa waktu lalu, Tresia sempat diperiksakan ke RSUD Sekadau. Namun, saat itu dokter dengan spesialisasi penyakit tertentu sedang tidak berada di Sekadau. Akhirnya, pihak RSUD Sekadau menyarankan agar Tresia dirawat di rumah sakit lain yang memiliki tenaga medis dan fasilitas yang lebih memadai.

Namun apa daya. Pihak keluarga hingga kini tak kunjung mampu membiayai pengobatan sang ibu. Belum lagi Hamzah, suami Tresia, yang juga sedang menderita penyakit stroke dan hanya bisa terbaring lemah.

BPJS sedang dalam proses. Kalau bawa ke rumah sakit juga harus siapkan biaya, karena obat sering tidak ada harus nebus diluar. Kalau rumah sakit swasta kan perlu biaya besar. Ada yang menyarankan dibawa ke (RSS) Antonius, disana ada dokternya, tapi mana ada biaya. Bapak juga sakit,” timpal Tomas, anak Tresia yang lain.

Melihat kondisi kesehatannya, Nana Tresia sudah sangat memerlukan perawatan medis. Karena, tumor yang hinggap di pipinya semakin lama semakin membesar. Belum lagi kondisi fisiknya yang terus menurun.

Pihak keluarga yang sudah kehabisan akal berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana untuk membiayai pengobatan Tresia. Gayung bersambut. Upaya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa Mungguk dan para tetangga Tresia.

Tak hanya itu, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Sekadau yang baru-baru ini menerima kabar tentang Tresia juga telah menyiapkan aksi sosial untuk Nana Tresia.” Ya kami sudah datang ke rumah pasien dan dalam waktu dekat mau gelar aksi sosial,” ujar Afrizal, pengurus PMI Sekadau. /mus/


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *