Musim Kering, Jangan Bakar Lahan

“Hati-hati ancaman kebakaran di musim kemarau”

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU -Sudah beberapa pekan ini, cuaca panas melanda wilayah Kabupaten Sekadau. Tak ayal,

 Foto : Akhmad Suryadi./mus

Foto : Akhmad Suryadi./mus

pohon-pohon mulai kekeringan, begitu juga tanah. Debit air sungai pun mulai turun. Ini pertanda musim kemarau akan tiba.

Dalam kondisi seperti ini, ada bahaya yang mengintai. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah kebakaran, khususnya kebakaran lahan. Apalagi, saat ini sebagian besar masyarakat Sekadau yang berprofesi sebagai petani sedang mempersiapkan lahan untuk digarap.

Di musim kering, pepohonan akan sangat mudah terbakar. Aktivitas pembakaran hutan untuk keperluan pembukaan lahan pertanian dianggap cukup bersiko menimbulkan bencana.

Melihat resiko yang mungkin ditimbulkan, berbagai kalangan merasa khawatir jika aktivitas pembakaran lahan terus dilakukan, maka akan timbul efek negatif, baik untuk lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas pembakaran lahan. Kalau bisa sebaiknya gunakan metode lain, misalnya ditimbun, usahakan jangan dibakar,” pesan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, H. Akhmad Suryadi, (28/6).

Kebakaran lahan tak hanya berdampak pada rusaknya lingkungan hutan. Pembakaran lahan juga merupakan salah satu pemicu polusi udara yang dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan jika udara panas terhirup saat bernafas.

“Juga berpengaruh pada cuaca dan kualitas udara. Kalau kualitas udara buruk, nanti muncul masalah kesehatan misalnya penyakit pernafasan. Sedapat mungkin kami sarankan hindari pola pembakaran untuk pembukaan lahan,” tambah Akhmad.

Efek negatif lain yang dimunculkan aktivitas pembakaran lahan adalah munculnya titik panas (hot spot) yang membuat hawa panas kian terasa. Untuk saat ini saja, sebagian besar warga mulai mengeluhkan cuaca panas bahkan hingga malam hari.

“Ini juga instruksi Presiden waktu berkunjung ke Pontianak kemarin, kita diminta mengurangi hot spot. Walaupun sekarang hot spot belum begitu mengkhawatirkan, tapi ini perlu kita antisipasi. Makanya kami minta kepedulian masyarakat,” imbuh Akhmad.

Saat ini, cuaca panas di wilayah Sekadau dan sekitarnya kian meningkat. “Sekarang suhu udara di kisaran 33-34 derajat celcius. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita,” ajak Akhmad Suryadi.

Agar terhindar dari kebakaran dan penyakit pernafasan,sekali lagi jika membuat landang tolonglah jangan hutan dibakar semaunya.dan kita lihat di kalbar di kampung2nya ini masih mengunakan ladang tradisional bakar lahan./mus/


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *