Muhammadiyah Soroti Kinerja Tim Gugus Tugas Covid 19 Mempawah

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH  – Partai Gerindra menyoroti kinerja penanganan cepat Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Terlebih menyangkut penggunaan realokasi dana APBD 2020 sebesar Rp 120 milyar. Gerindra menyarankan agar DPRD Mempawah membentuk tim pengawas gugus Covid-19.

“ Kami mengusulkan agar DPRD Mempawah membentuk tim pengawas gugus Covid-19. Pengawasan ini sangat penting untuk memastikan kinerja penanganan cepat Covid-19 dan realisasi anggarannya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” tegas Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mempawah, M.A. Muhammadyah, SH, Selasa (12/05/2020) siang di Mempawah.

Menurut Muhammadyah, realisasi penggunaan anggaran Rp 120 milyar harus terukur dan tepat sasaran. Jangan sampai, anggaran itu dihabiskan untuk kegiatan yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap penanganan cepat Covid-19 di masyarakat.

“Jangan lagi menyemprot aspal dengan desinfektan, karena itu tidak efektif. Yang perlu dilakukan menyemprotkan desinfektan di fasilitas umum, gagang pintu perkantoran, kursi dan lainnya. Tidak ada virus Corona hidup di aspal,” cecar Muhammadyah.

Akan lebih baik, sambung dia, pemerintah daerah fokus untuk pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan tim medis. Mulai dari alat rapid test, APD dan perangkat lain yang dibutuhkan untuk memaksimalkan penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Mempawah.
“Salurkan pula bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19. Terutama bantuan yang bersifat urgent seperti sembako dan lainnya. Pastikan data penerima bantuan valid sehingga tepat sasaran. Turun langsung kelapangan lihat kondisi masyarakat,” sarannya.

Terakhir, dirinya menyesalkan kurangnya koordinasi dan kerjasama yang baik antar semua pihak dalam penanganan cepat Covid-19. Sehingga, penanganan dilapangan hanya terkesan action tanpa adanya semangat yang kuat untuk memproteksi masyarakat dan lingkungan dari penyebaran Covid-19.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah juga tidak memiliki pusat informasi yang jelas. Sehingga masyarakat sulit mengakses perkembangan Covid-19. Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan media massa,” sesalnya mengakhiri. (De’res)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *