Minta Bebaskan Peladang : Sejumlah Warga Datangi DPRD Dan Pengadilan Negeri Bengkayang

BENGKAYANG- Ratusan Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kamida Moreng Kabupaten Bengkayang (FKKM-KB), Keluarga Besar Komunitas Pecinta Seni dan Budaya Dayak Kabupaten Bengkayang (KPSBD-KB),Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang (PPDKB),Bala Merah Rajaria, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Bengkayang Singkawang dan Sambas (AMAN-Bansibas), DAD Kabupaten Bengkayang, mendatangi Kantor DPRD dan Pengadilan Negeri Bengkayang, Senin (7/3/2020).

Ratusan Massa yang dikawal ketat apatat kepolisian,TNI berjalan kaki dari Halaman Ramin Bantang dan berteriak meminta bebaskan Peladang.,#Save Peladang, Peladang Bukan Penjahat.

Koordinastor Aksi Antonius, Alo, dan Arjuna

Alo dalam Stetemennya meminta kepada Para Wakil Rakyat Meminta Agar Peladang dibebaskan.

Jika pada bulan Juni, Juli dan Agustus warga ditangkap bakar ladang dan tidak dibebaskan, maka pada tanggal 23 September 2020 akan menurunkan massa

Peladang bertujuan untuk menanam padi dan cari makan Jangan ada Polisi yang tangkap peladang, tegas Alo.

Alo juga mengajak agar massa yang hadir tidak anarkis, karena buka ciri khas dayak berbuat anarkis.

 

Tolong kerjasama pihak kepolisian, dan memasuki tahun politik tidak ada penangkapan terhadap para peladang dan petani yang berladang.

 

Peladang bukan penjahat dan bukan orang kaya, maka jangan ditangkap,’ ucap Alo.

 

Ketua DAD Bengkayang Martinus Kajot meminta agar warga yang akan menyampaikan aspirasi jangan anarkis dan dilakukan baik dan tertib.

 

Lakukanlah penyampaian aspirasi dengan baik dan tertib, jangan ada yang terpancing. Tegas Kajot

 

Kami hadir ke DPRD bukan memberontak tapi akan sampaikan aspirasi ke para Wakil Rakyat, ucap Kajot

 

Sebagai bagian dari NKRI Masyarakat Adat Daya meminta keadilan jangan selalu di intimidasi,

 

Berladang adalah tradisi, nenek moyang, maka perhatikan masyarakat adat dayak dan sama- sama perhatikan nasib rakyat.

 

Jangan persoalkan peladang dan dijadikan kambing hitam saat adanya kebakaran dan  kabut asap.

 

Memohon kepada pemerintah dan dipilah pilah serta ada solusi bagi masyarakat peladang agar bisa hidup.

 

Jika peladang ditangkap dan dihukum, maka kami akan melakukan hukum rimba karena kami juga punya aturan hukum,tegas Kajot

 

Hari ini juga kami meminta agar warga peladang yang telah ditahan dan ditangkap supaya dibebaskan.

 

Mantan Ketua DPRD Bengkayang 2014-2019 ini menegaskan,” Berladang adalah tradisi kami masyarakat dayak sebelum Indonesia Merdeka,” ucapnya

 

Aman-Bansibas telah mengadvokasi masyarakat peladang namun tetap ditangkap,’ jelas Koordinator Aksi lainnya Mikael Yoga Anes

 

Jika negara tidak mengakui masyarakat adat, maka masyarakat tidak akan mengakui negara.

 

Sementara itu Ketua DPRD Bengkayang 2019-2024 Fransiskus,” Masyarakat yang telah sampaikan aspirasi akan diterima baik dalam bentuk audiensi.

 

Bisa juga melalui perwakilan tegas Fransiskus.

 

Aspirasi yang telah disampaikan akan dibahas bersama instansi terkait dan akan segera diambil keputusan.

 

Esidorus Wakil Ketua II DPRD Bengkayang yang juga Ketua DAD Lumar,” Saya selaku Wakil Rakyat juga sebagai anak petani dan peladang.

 

Kami prihatin dengan nasib warga peladang, oleh karena itu melalui Perda akan jadikan tahun 2021 satu-satunya Perda Perdagangan di Kabupaten Bengkayang

 

Untuk apa, agar dapat melindungi masyarkat peladang kedepan,’ tegas Esidorus.

 

Berikan kami waktu bersalah Forkopimda, dan usai dari DPRD agar pulang dengan baik dam tertib,

 

Kami tegaskan hari ini bahwa kita masyarakat Dayak Seratus Persen Dayak, seratus Persen Indonesia.,tegas Esidorus

 

Kompol Suanto Kabag Ops Polres Bengkayang berharap agar warga yang lakukan aksi, bisa sampaikan seluruh aspirasinya dengan baik, lancar, aman dan tertib, kami siap kawal. Tegas Suanto .

Penulis : Kur.

Publish : Antoni.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *