Minim Daging Ayam, Pasca Sepekan Lebaran

Poskotapontianak.com

Mempawah – Hampir sepekan pasca Idul Fitri 1441 H, aktivitas pedagang ayam di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah terpantau sepi. Sebab, sebagian pedagang belum memulai kegiatan berjualan. Disamping masih dalam suasana lebaran, stok daging ayam juga berkurang.

“Masih banyak pedagang yang belum berjualan. Sebab, stok daging berkurang dikarenakan masih banyak ayam yang ukuran kecil dan belum siap panen,” tutur salah satu pedagang ayam di Pasar Sebukit Rama Mempawah, Amri, Kamis (28/05/2020) pagi.

Amri menyebut, kebanyakan stok ayam telah dipanen pada saat menjelang Idul Fitri 1441 H lalu. Sebab, para peternak menilai pada momentum menjelang lebaran kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam akan meningkat.

“Kebanyakan ayam sudah dipanen untuk kebutuhan lebaran. Makanya, setelah lebaran ini kehabisan stok ayam. Kalau pun ada yang berjualan tidak sebanyak hari normal atau sebelum lebaran lalu,” ucapnya.

Meski stok daging ayam minim, Amri mengatakan daya beli masyarakat cukup tinggi. Dia mengaku, setiap harinya cukup ramai konsumen yang membeli daging ayam untuk konsumen rumah tangganya.

“Pada 2-3 hari lebaran ini cukup ramai pembeli. Terlebih pada pagi hari, banyak konsumen yang berbelanja daging ayam. Biasanya setelah sepekan, daya beli masyarakat akan menurun,” ujarnya.

Lebih jauh, Amri mengungkapkan saat ini harga jual daging ayam di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah Rp 38 ribu per kilogram. Harga tersebut dipicu berkurangnya stok daging ayam di pasaran.

“Harga jual Rp 38 ribu per kilogram ini merupakan daging ayam bersih tanpa perut dan bulu,” paparnya.(De’res)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *