Merasa Terzolimi, Calon Wanag No 2 Gunuang Bungkuak Lumpo Sesali Media BN

PESISIR SELATAN – Rentannya kriminalisasi wartawan akhir – akhir ini yang terjadi di Indonesia, sepertinya kurang menjadi perhatian Redaksi www.bidiknasional.com (BN). Pemberitaan media tersebut yang berjudul ‘HUT ke 70 Pessel Disinyalir Ternoda Promosi No 2 Calon Wali Nagari Gunuang Bungkuak Lumpo’, disinyalir pula kurang memenuhi kaedah dan aturan yang ada di Undang – Undang Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kepada Media Difa Eka Putra,S.Pd mengakui, bahwa dirinya agak menyesalkan pemberitaan tersebut. Dampak dari pemberitaan itu, Ia merasakan bahwa telah terjadinya gejolak dan opini miring ditengah masyarakat yang tentunya merugikan dirinya selaku Calon Wali Nagari Gunuang Bungkuak Lumpo.

“Kalau tidak salah yang membuat pemberitaan tersebut adalah orang asli Nagari Gunuang Bungkuak Lumpo, tapi saat ini berada di Pekanbaru. Pun yang bersangkutan tidak berada ditempat saat acara dilaksanakan, foto yang diambil sebagai pemberitaan juga saya yakini diambil dari media sosial, yang juga tidak adanya keterangan mempromosikan diri saya sebagai Calon No 2 pada Pemilihan Wali Nagari,” ungkapnya, (20/4/2018).

“Jelas disini posisi saya dizolimi. Apalagi sampai saat ini Hak Koreksi dan Hak Jawab saya pun tidak pernah diberikan. Maka, dalam waktu dekat ini pula, dua hak tersebut akan saya kirim kepada redaksi bersangkutan agar dimuat dimedianya itu,” imbuhnya.

“Soal dua jari yang ada di foto itu, adalah menyatakan dua ‘lantaran’ (Indo; jejeran/ barisan) lemang yang dimasak sebagai perlombaan dalam HUT ke 70 Pesisir Selatan (Pessel), yang diadakan di Pantai Sago, Nagari Sago Salido, Kecamatan VI Jurai Tanggal 16 April 2018, itu maksud dua jari tersebut. Bahwa mereka bersemangat menunjukkan dua lantaran yang mereka masak itu, yang mana untuk memeriahkan acara Lemang Bersama dengan 20 Nagari se Kecamatan IV Jurai dalam HUT Pessel ke 70,” ulasnya.

Lebih lanjut Difa Eka Putra menjelaskan, bahwa sangat tidak mungkin dengan vulgar seperti itu dukungan terhadap dirinya, apalagi yang ada dalam foto yang dicatut oleh Media BN, adalah terdiri dari masyarakat dan perangkat nagari termasuk mantan Wali Nagari Gunuang Bungkuak Lumpo dan Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Wali Nagari.

“Rasanya sangat tidak masuk akal dukungan se-vulgar itu mereka lakukan dan difoto lagi. Saya juga sudah mempertanyakan kebeberapa orang yang ada didalam foto itu untuk memastikan, memang faktanya mereka hanya menunjukkan simbol dua ‘lantaran lemang’, bukan simbol dukungan NO. 2 untuk saya sebagai Calon Wali Nagari,” pungkasnya.

“Selain merasa sangat terzolimi, setahu saya metode sebelum dimuatnya pemberitaan tentu harus adanya konfirmasi pada yang nara sumber yang akan diberitakan. Masalah hukum saja ada praduga tak bersalah, apalagi masalah akurasi berita?,” tegasnya.rls (RC89).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *