Mensos RI ke Depok NU Layangkan Mosi Tidak Percaya Terhadap Idris

KOTA DEPOK ! PKP : Dinilai kinerja Pemerintah Kota Depok sangat buruk, terutama dengan penanganan Covid-19, serta dengan pelaksanaan PSBB mendapat sorotan dari masyarakat luas. Seperti, dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Depok telah melayangkan surat Mosi tidak percaya kepada Wali Kota Depok.

Kemudian Mosi Tidak Percaya yang dilayangkan LPBH NU yang diketuai Muhtar Said kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris tertanggal 28 April 2020. Ada tiga hal yang dievaluasi dari cara kerja.

Pertama, terkait dengan tidak berpihak dan tiada pembelaannya pada pekerja yang kena PHK. Kedua, Wali Kota membiarkan atau tidak menindak oknum yang melakukan penyunatan pada bansos. Hal itu sangat melukai rasa kemanusian di tengah pandemi. Ketiga, di tengah banyaknya warga terdampak ekonomi Idris justru menampilkan aksi melukai rasa keadilan dengan memberikan paket bantuan kepada para ASN Kota Depok. Hal ini adalah bentuk pengelolaan pemerintahan yang jauh dari rasa keadilan.

“Artinya, di dalam satu kesempatan pertemuan dengan sejumlah ormas Pak Wali, sengaja atau tidak, menyinggung-kaitkan rencana kesertaannya di Pilkada nanti,” ucap Muhtar.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok Achmad Solechan membenarkan, bahwa
Mosi Tidak Percaya tidak mendapatkan tanggapan serius dari Pemerintah Kota Depok. Namun, dengan kedatangan Menteri Tito ke Depok juga sebagai bentuk kepedulian luas kepada Pemkot Depok dalam penanganan Covid-19.

“Karena, berdasarkan kajian dari timnya masalah isu penanganan Covid-19 yang dinilai tidak tepat sekaligus melukai rasa keadilan. Bahkan bertepatan dengan kedatangan Mendagri ke Depok yang melakukan evaluasi atas kondisi perkembangan penanganan Covid – 19 di Kota Depok. Artinya, mosi tidak percaya ini semata-mata kami lakukan karena kepedulian dan harapan agar penanganan Covid-19 di Depok ini menjadi lebih baik,” ujar Solechan.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas diamnya Pemkot Depok terhadap surat yang telah dilayangkan. Namun, NU Depok tetap berharap akan perbaikan dan perubahan dalam penanganan Covid-19 di Kota Depok. Kaerena, ada beberapa catatan bisa ditelaah dan selanjutnya Pemkot mampu berubah dalam pola pandang sekaligus mengambil kebijakan yang tepat.

“Jadi, bilamana tidak ada tanggapan serius dari Pemkot Depok, kami akan terus berikhtiar dan bergerak semampu dan sebisanya dalam rangka penanganan Covid-19 ini. Kita sadar ini adalah musibah kemanusiaan yang perlu gerakan bersama-sama oleh semua komponen untuk mengatasinya. Gerakan kebersamaan dalam penanganan adalah kunci keberhasilan program,” jelas Solechan.

Solechan juga menegaskan, bahwa secara komunikasi PCNU Kota Depok dengan Wali Kota Depok relatif berjalan baik meski tidak begitu dekat. Ia menyampaikan sempat menghadiri undangan Zoommeeting MUI Kota Depok yang dihadiri oleh Wali Kota Depok. Hanya saja, mengenai kesan adanya ikatan identitas Idris dengan NU dikoreksinya. “Idris secara organisatoris dan ideologi tidak terkait dan tidak dekat dengan NU,” tandasnya.

( FALDI )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *