Menginventarisir Lahan Fasos-Fasum

DPPKADPPKA : Pengembang Wajib Mennyediakan Lahan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Kepala Bagian Aset Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Depok Satibi mengungkapkan, begitu pesatnya perkembangan dan pembangunan akibat lajunya pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan keterbatasan lahan, sehingga pembangunan sarana layanan untuk publikpun disinyalir ada yang mengincar di lahan fasos-fasum tersebut.

 “Maka dari itu seluruh pengembang wajib mennyediakan lahan fasos-fasum. Namun hingga saat ini masih terdapat fasos-fasum yang wajib disediakan pengembang belum seluruhnya terdata oleh Pemkot Depok,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/6/2015), di ruang kerjanya.

 Menurutnya, bahwa DPPKA Kota Depok, hingga tahun 2014, telah mencatat sejumlah  127 pengembang. Artinya dari data tersebut, fasos-fasum yang menjadi aset milik Pemkot Depok seluas 6.169.621,88 meter persegi. Selain itu, fasos-fasum pemakaman yang terdata memiliki luas 345.498 meter persegi. Fasos-fasum pemakaman itu terdata dari 993 pengembang dan masih ada lahan fasos-fasum dari pengembang yang belum masuk pada pendataan.

“Jadi hingga kini pihak DPPKA masih mencari  lagi dimana saja aset-aset kota depok yang belum tercatat. Saat ini kami masih menginventarisir pengembang dan lahan fasos-fasum yang dimilikinya,” tutur Satibi.

Satibi mengingatkan, bahwa berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2013 tentang pengaturan aset, dari 100% lahan yang digunakan untuk membangun perumahan komersil, sebesar 40% harus digunakan untuk fasos-fasum. Sementara pengembang hanya boleh menjual 60% dari lahan. Bahkan dari data fasos-fasum yang terdata itu, belum semuanya memiliki sertifikat.

” Jadi sesuai Perda, kendati belum mendapat sertifikat, namun lahan fasos fasum tersebut sudah menjadi milik Pemkot,” imbuhnya./Faldi/Sudrajat


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *