Memalukan!!! Wartawan Digaji Dari Uang Rakyat

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Apapun alasan seorang wartawan dilarang menerima honorarium dari APBD, Wartawan

Maulana Said, SE./sd
Maulana Said, SE./sd

bukanlah karyawan yang dipekerjakan oleh pemerintah “Apabila honor itu tetap diterima berarti melanggar kode etik wartawan. Terlebih sumber dana yang diterima dari APBD yang notabene uang rakyat,” tegas Maulana Said, SE seorang pekerja pers yang tinggal di Depok Jabar.

Menyangkut tindakan yang memalukan itu, dirinya juga mendorong agar mereka diberhentikan. “Dewan Pers harus mendorong pimpinan redaksi menghentikan para wartawan Mempawah itu,” jelas dia.

Temuan BPK yang dituangkan dalam LHP sudah cukup kuat untuk menghentikan dari media yang bersangkutan. “Kejadian ini sungguh mencoreng nama baik wartawan. Jadi ibarat nila rusak susu sebelanga. Akibat kelakuan Wartawan di Mempawah itu akhirnya publik menganggap sama” keluh Maulana.

Senada dengan Maulana kecaman juga diutarakan Firmus seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar. Dia juga mempertanyakan integritasnya sebagai jurnalistik. “Disaat publik berharap melakukan kontrol terhadap kebijakan publik yang keliru harusnya ditunjukkan dengan memberikan info pada masyarakat , bukan malah ikut mendukungnya” kata dia.

Dengan menerima honor dari APBD, dirinya yakin independensinya sudah dijual. “Mirisnya integritas Wartawan harian di Mempawah hanya dijual dgn harga cukup murah yakni Rp 50 ribu perhari,” ujar pria yang tinggal di Sanggau itu./ss/us/fs


One thought on “Memalukan!!! Wartawan Digaji Dari Uang Rakyat

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *