Mayor Inf Supriyono Jelaskan Bahwa Pengamanan Kawasan Perbatasan Oleh Pamtas Dan Koramil Yang Ada Di Perbatasan Sudah Sangat Maksimal.

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SINTANG. Kepala Staf Kodim 1205 Sintang Mayor Inf Supriyono menjelaskan bahwa pengamanan kawasan perbatasan oleh Pamtas dan Koramil yang ada di perbatasan sudah sangat maksimal. “aparat kami sangat siap mengamankan kawasan perbatasan dan ikut membantu masyarakat” terang Mayor Inf Supriyono.

Setina Kadis Sosial menjelaskan bahwa bantuan beras sampai ke desa dan kampung di seluruh wilayah Kabupaten Sintang. “kami mendapatkan dukungan dari aparat TNI dan Polri. Ada banyak aparat sampai ikut memikul beras untuk memperlancar proses pemberian bantuan beras ini. Total penerima bantuan ada 35 ribu KK dengan menerima 20 kilogram. Masyarakat miskin dan yang terdampak corona yang belum mendapatkan bantuan beras, silakan mengajukan kepada Bupati Sintang melalui pemerintahan desa. Data penerima bantuan berasal dari pemerintah desa” terang Setina.

Camat Sintang Siti Musrikah menjelaskan bahwa dalam mendata penerima bantuan beras ini, pihaknya meminta data dari RT dan RW. Dan jumlah penerimab bantuan beras ini ebih dari PKH. Bantuan beras sudah disalurkan semua. Dan kami masih mendata lagi keluarga yang tidak miskin tetapi terdampak corona. Pendapatan masyarakat banyak yang berkurang bahkan hilang akibat virus corona. Ada saling iri dan cemburu dari masyarakat yang menerima bantuan dan tidak menerima. Masyarakat yang tidak menerima bantuan merasa terdampak virus corona karena penghasilan mereka juga menurun bahkan hilang. Kami mendukung untuk melakukan sosialisasi tentang istilah ODP dan OTG lebih gencar kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial akibat ketidakpahaman dari masyarakat” terang Siti Musrikah.

Sudirman Kadisperindagkop dan UKM menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi pasar di perbatasan sangat membantu masyarakat. “kami mendapat apresiasi dari masyarakat disana. Kami hanya melakukan operasi pasar khusus komoditas yang mengalami kenaikan signifikan seperti bawang merah, telur, gula dan bawang putih. Saat ini harga gula sudah turun menjadi 18.000 per kilogram. Kami berharap terus turun. Bulog akan kirim 100 ton gula ke Kalbar. Sintang dapat jatah 5 ton. Mudah-mudahan dengan adanya pasokan dari Bulog, harga bisa menjadi normal kembali” terang Sudirman.

Ambrosius Murjani tokoh pemuda perbatasan menjelaskan bahwa operasi pasar sudah membantu masyarakat. “namun kalau bisa operasi pasar bisa diperluas lagi. Masyarakat perbatasan sangat gelisah karena pintu perbatasan sudah ditutup. Kebutuhan sembako biasanya diambil dari seberang, lalu ditutup.

Masyarakat Kecamatan Ketungau Hulu 90 persen sembakonya belanja ke Sanggau. Dampak sosial lainnya, masyarakat lebih waspada. Di setiap desa dan kampung ada pos jaga masyarakat. Pemerintah desa sudah membuat relawan covid-19 di setiap desa. Siskamling juga sudah diaktifkan. Masyarakat dari luar yang mengalami kesulitan untuk masuk ke Ketungau Hulu karena akan diperiksa secara ketat oleh masyarakat. 29 desa yang ada di Kecamatan Ketungau Hulu sudah membentuk relawan” terang Ambrosius Murjani./*

(LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *