Maskot : Diduga Ketua KPUD Depok Berkonfirasi

Langgar Kode Etik dan PKPU

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Kembali puluhan masa yang mengatasnamkan Masyarakat Selamatkan Kota (Maskot)

Ketua KPUD Kota Depok, Titik Nurhayati (Ist)
Ketua KPUD Kota Depok, Titik Nurhayati (Ist)

Depok, mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok.  Massa menuntut Ketua KPU Kota Depok dipecat jika tidak mengindahkan rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Rekomendasi itu terkait dugaan pemalsuan tanda tangan Sekretaris DPC PDIP Kota Depok dalam surat rekomendasi partai untuk pencalonan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaemi. Serta dugaan Ijazah palsu yang digunakan calon Walikota Idris Abdul Somad.

 “Benar kami ingin jawaban langsung dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok, Titik Nurhayati, terkait dengan dugaan pelanggaran itu. KPUD harus melaksanakan rekomendasi yang sudah keluar dan diterima KPUD Kota Depok. Jika tidak dilaksanakan, Ketua dan Komisioner lainnya harus mundur,” tegas Koordinator Masyarakat Selamatkan Kota (Maskot) Depok, Rachman Tiro, kepada wartawan, kemarin, di kantor KPUD Depok, Jabar.

Rachman menjelaskan, bahwa Panwaslu telah mengeluarkan rekomendasi hasil dugaan temuan pelanggaran yang dilakukan oleh KPUD Kota Depok. Bahkan sebelumnya mantan Panwslu 2005-2008, dan Komisioner KPUD 2008-2013, Yoyo Efendi, sudah melaporkan kepada Panwaslu Kota Depok dan Bawaslu Provinsi Jabar, serta ke DKPP, adanya dugaan pelanggaran pendaftaran salah satu pasangan calon tersebut.

“Artinya, laporan tersebut, bahwa KPUD Kota Depok diduga melanggar PKPU Nomor 9 Tahun 2015 Pasal 38 Ayat 4 yang berisi partai politik atau gabungan partai politik dan pasangan calon yang mendaftar ke KPU wajib hadir pada saat pendaftaran,” jelasnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *