Maling Sawit Diringkus Polisi Saat Sedang Angkut Curian

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SEKADAU-Tertunduk lesu, Ia hanya sesekali mengangkat dagunya ketika menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan penyidik Polres Sekadau di ruang Unit II Satreskrim Polres Sekadau, Rabu (7/1/2015) . bb sawit yang di curiMengenakan rompi berwarna oranye khas pelaku kejahatan, Rs tampak panik menanti hukuman apa yang akan dikenakan padanya.

Apa yang menyebabkan Rs berurusan dengan hukum adalah perbuatan jahat yang sering ia lakoni, yakni mencuri tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik orang lain, baik kepunyaan warga maupun milik perusahaan perkebunan.

Warga Dusun Nanga Gonis, Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir ini mengaku sudah sering melakukan aksi tersebut. Dalam operasinya, Rs hanya beraksi seorang diri. “ Ini yang keempat kalinya. Pelaku hanya sendirian,” jelas Kanit II Sat Reskrim Polres Sekadau, Bripka Yogo Bujono, kemarin.

Modus yang digunakan Rs adalah dengan memanen sendiri TBS dari pohon kelapa sawit. Peralatan memanen seperti dodos, arit dan rojok selalu tersedia di kendaraan pick-up yang biasa ia gunakan untuk menangkut hasil curiannya. Pengalaman sehari-hari bekerja sebagai buruh panen memudahkan Rs dalam aksinya. “ Pelaku sehari-hari bekerja sebagai buruh panen lepas,” tambah Yogo.

Cerita penangkapan Rs dimula saat ia sedang beraksi seperti biasa. Hari itu, tanggal 2 Januari 2015 sekira pukul 00.30 WIB di blok E 10 kebun kelapa sawit milik PT. MPE di wilayah Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir.

RS beraksi saat keadaan sepi. Biasanya ia melancarkan ulahnya beberapa menjelang musim panen saat buah sawit sudah matang.

Warga sekitar sebelumnya memang telah menaruh curiga kepada Rs. Warga bersama petugas keamanan PT MPE secara diam-diam mengikuti kemana arah Rs melaju bersama pick-up nya.

Sampailah di lokasi penangkapan, Rs kedapatan tengah bersiap mengangkut 35 tandan kelapa sawit yang baru dijatuhkan dari pohonnya.

Security perusahaan dibantu beberapa warga yang kepalang geram langsung meringkus Rs beserta barang-barang miliknya. Rs baru diserahkan ke kepolisian satu hari setelah ditangkap warga.

Dari hasil pemeriksaan polisi, belakangan ditemukan lebih dari seratus TBS lainnya yang juga hasil kejahatan Rs. Saat ini, barang bukti sudah diamankan di Mapolres Sekadau.

Tertangkapnya Rs sedikit banyak mengurangi keresahan warga. Di wilayah perkebunan PT. MPE yang meliputi Desa Merapi, Gonis Tekam dan Tapang Semadak. Warga disana sering mengeluhkan pencurian TBS.

“ Syukurlah pelaku sudah ditangkap. Mudah-mudahan tidak ada lagi aksi pencurian TBS karena ini sangat meresahkan kami,” ujar Rafael, salah seorang petani kelapa sawit di Desa Gonis Tekam ketika dikonfirmasi terpisah. (Yahya iskandar)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *