Malam Nasi Sayang

Mungkin belum banyak yang tahu di Kota Pontianak Kalimantan Barat ada sekelompok orang dari berbagai elemen masyarakat yang peduli pada sesama. Setiap hari Jum’at malam mereka mengumpulkan sumbangan untuk membeli nasi bungkus, dan membagikannya kepada para homeless atau tuna wisma non pengemis yang berada di wilayah seputar Kota Pontianak.

Menurut Ketua Gerakan Andi Kurniawan, Gerakan kemanusiaan yang sudah berjalan selama 2 tahun ini, sejak 11 Februari 2013, bernama Gerakan Berbagi Nasi (GBN) Pontianak, merupakan cabang dari GBN yang berpusat di Bandung Jawa Barat.

Ide melaksanakan gerakan, Andi menambahkan, berawal dari perbincangan ketika kumpul bersama teman-temanya saat bulan puasa 2013, mereka sepakat untuk membuat suatu kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.

Para Pejuang
Para Pejuang

Aksi pertama yang dilakukan oleh GBN Pontianak adalah sahur bersama anak-anak Panti Asuhan di bulan ramadhan tahun 2013. Sampai saat ini sudah 3 kali diadakan, di Panti Asuhan Kota Baru, Sungai Rengas dan Ambawang.

Saat ini GBN punya 15 orang anggota tetap, namun setiap minggunya ada saja simpatisan dadakan yang tersentuh hatinya dengan aksi yang dilakukan GBN, tidak hanya menyumbangkan uangnya, mereka bahkan ikut turun membagikan nasi kepada para Homeless.

Biasanya sebelum aksi dimulai, GBN Pontianak menginfokannya lewat media sosial twitter dan facebook, mengundang siapa saja yang ingin bergabung.

GBN punya ciri khas tersendiri dalam melaksanakan aksi. Karena gerakan, mereka anggap sebagai perjuangan melawan kelaparan, mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan Pejuang, sedangkan ketua gerakan mereka panggil Jendral, sementara itu nasi bungkus dinamakan Amunisi.

Terkait keengganan mereka membagikan nasi kepada homeless yang berprofesi sebagai Pengemis, Jendral menjelaskan, selain karena kebanyakan pengemis ada yang mengkoordinir, penghasilan para pengemis relatif besar, lebih dari cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Selama ini GBN membantu homeless yang kesehariannya mencari barang bekas atau sampah. Homeless yang tidur di depan ruko dan tempat kumuh hanya beralaskan kardus itu, menurut penilaian GBN layak untuk dibantu karena hanya untuk mencari sesuap nasi, mereka benar-benar sulit.

Beberapa waktu lalu, Jum’at (13/02) Sekitar pukul 20.00 WIB, para pejuang berkumpul di Warkop Laris Manis Ruko Pasar Mawar Jalan HOS Cokroaminoto Pontianak, menyusun strategi, menentukan lokasi dan menyiapkan amunisi.
Lokasi yang sering dikunjungi GBN antara lain wilayah Tanjungpura, Parit Besar,Imam Bonjol, Sui Jawi dan TPS Parit H. Husin II.

Karena bertepatan dengan perayaan Valentine’s Day, GBN malam itu mengangkat tema ‘Malam Nasi Sayang’. 139 bungkus nasi dapat dibeli di malam nasi sayang itu,dari sumbangan para pejuang, dan merupakan rekor selama dua tahun.

“Alhamdulillah, malam ini gerakan kami didukung oleh 48 orang pejuang. Harapan kedepan, lebih banyak lagi pejuang yang bergabung dalam gerakan ini, otomatis akan lebih banyak lagi saudara kita yang bisa dibantu,” harap Jendral.

Setelah strategi serta lokasi ditentukan, dan amunisi pun telah siap, sekitar pukul 21.30 WIB, para penjuang yang dikomandani Jendral Andi bergerak ke lokasi dengan misi membebaskan para homeless dari kelaparan.

(Ardi )