Luar Biasa…!  Indonesia Punya Pangeran Tampan Dengan Segudang Prestasi Internasioanal

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( JAKARTA ) – Kisah Pangeran Royal tidak hanya di Arab Saudi saja, ternyata di Indonesia juga memiliki Pangeran Kerajaan yang tampan. Dia adalah HRH. Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo, Adipati dan Kepala Keluarga atau Pangeran Kapita Yanguhan dari Kepangeranan Kepangeranan Chandrarupanto Patani Shri Tiworo dan juga Pangeran dan Menteri Kebudayaan atau Pangeran Perbawa Budaya Kerajaan Mempawah.

Sebagai Pangeran Ki, dia berbeda dengan Pangeran Arab Saudi atau Inggris yang lngdomives selalu tampil mewah.

 Ini karena, kerajaannya hanya berfungsi sebagai Pemangku Adat saja, karena kerajaannya menyatakan dirinya bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski dia tidak memiliki kekuatan politik lagi, namun hal itu tidak meredam keinginannya untuk bekerja di masyarakat.

Dia bekerja di bidang seni, sosial, kemanusiaan dan budaya. Secara konsisten, ia telah menerima 149 penghargaan internasional, termasuk; Anggota Kehormatan Organisasi Kerajaan Meksiko, Penghargaan Kemanusiaan dari Brasil, Orang Fenomenal dari FACE Pakistan, Penghargaan Kemanusiaan dari Kedutaan Besar Dunia untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Melalui Keadilan dan Perdamaian Ukraine, Kehormatan Mayor Cossack dari Akademi Internasional Cossack Belgia, Golden Award Semua Serikat Bela Diri Italia, Sward Kehormatan dari CICRAUN USA.

Selain itu, Dia juga memiliki banyak gelar besar dari berbagai kerajaan dari seluruh dunia, di antaranya adalah: Pangeran Kapita Yanguhan dari Kepangeranan Chandrarupanto Patani Shri Tiworo, Pangeran Seri Jawatan Terima dari Dewan Hadat Kerabat Diraja Sultan Sulaiman Patani, Datu Raja dari Dewan Hadat Kerabat Diraja Sultan Sulaiman Patani, Pangeran Perbawa Budaya dari Kerajaan Mempawah.

Pangeran Amantubillah dari Kerajaan Mempawah , Rajasri Vijaya Bhoomi Ratna dari Rajasri Mahavijayarajathi Raja “Maha Vijaya Vansam” Dinasti, Kapita Lau Sidamangura dari Kerajaan Tiworo, Kangjeng Pangeran Ario Wira Swara dari Puro Pakualaman, Yogyakarta, Yang Mulia Paduka Sri Baginda Raja Muda Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo Arya Natanegara dari Lembaga Adat Kerajaan Kutai Mulawarman

 Principe de Sao Pedro dari Casa Real Borghese, Principe di Casa Lovato dari Casa Principesca-Granducale Lovato, Grand Duca Di Calabaria dari Grand Duca Di Milano Del Principe Datuk Paduka Sri Setia Diraja dari Pertubuhan Pewaris La Madusillat Bugis Melayu Duke Cagaghjwor dari Prior Und Grober, Duca dari Fernandez dari Real Casa Fernadez, Rusia Suci dari Grand Kubensky Rurikovich Yang Mulia dari Keluarga Kerajaan Psyriah Royal Higness-nya dari Keluarga Kerajaan Tathorehr

Dia juga baru-baru ini menerima penghargaan khusus dan gelar kehormatan sebagai Penasehat Kehormatan Perdamaian Dunia dan Organisasi Diplomatik, yang disampaikan oleh HRH.Prince Rajbharata dari India sebagai Wakil Presiden (Dari kiri) HRH.Princess Rabharata Upi, HRH.Prince Rajbharata Dari India Berpose Bersama dengan HRH.Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo, Acc.Mult, HH.Tuan Putri Dra.RAy. Ida N. Firmanni dan HH.Tuan Pangeran Hammad Rudy, Terganggu oleh Kegiatan Internasional Organisasi Perdamaian Dunia dan Diplomatik.

 HRH. Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo saat dianugerahi sebagai Honorary Advisory of World Peace and Diplomatic Organizations yang diserahkan oleh HRH.Prince Rajbharata dari India sebagai Wakil Presidennya.

Selain itu, ia juga mendapatkan beberapa gelar doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa dari beberapa universitas termasuk; Doctor Honoris Causa Kemanusiaan Sosial dari ALB Brazil, Doctor Honoris Causa Diretos Humanos dari Scademia Baptist Crunch Brazil, Doctor Honoris Causa dari Philosopy in Humanity dari KESIE International University Korea Selatan, Doctor Honoris Causa dari Humanity from India Management Academy.

“Kami berusaha menjadikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar kita dapat bekerja dalam berbagai aspek di masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Pangeran Chandrarupanto kepada wartawan.

 “Kerajaan atau Kerajaan Republik Indonesia tidak lagi berfungsi sebagai pemerintahan resmi, tapi hanya berfungsi sebagai pusat sosial dan budaya, yang bertugas melindungi dan membina orang-orang dengan kebijaksanaan dan nilai moral,” tambah pria tersebut yang juga Sekretaris Jenderal Royal Royal Associtions of Royal dan Nobles ini.

Yang perlu diperhatikan, Kerajaan Chandrarupanto Patani Shiri Tiworo adalah Otoritas Otonomi Kerajaan Tiworo Buton, yang pemimpin tertingginya mengacu pada silsilah kerajaan Patani makhota. Sedangkan Kerajaan Panembahan Mempawah adalah Kerajaan Islam yang saat ini merupakan wilayah Kabupaten Mempawah, kalimantan barat atau bahasa inggris Kalimantan Barat./ (raja paluta)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *