LESTARIKAN PERMAINAN TRADISIONAL, ASKIMAN AJAK MASYARAKAT DAYAK KEMBANGKAN PANGKAK GASING

www.postkotapontianak.com., Melestarikan permainan tradisional di kabupaten Sintang, Wakil Bupati Sintang askiman mendorong masyarakat dayak di kabupaten Sintang mengembangkan lomba pangkak gasing.
Wakil Bupati Sintang Askiman menyampaikan Lomba pangkak gasing merupakan Lomba yang dilaksanakan pada pekan gawai dayak ke VIII yang sangat luar biasa, Ini merupakan perlombaan tradisional khas bagi masyarakat dayak yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
“Nanti kita akan kembangkan berbagai kategori, kalau inikan ketepatan memangkak, belum lagi nanti kita mengundi dengan gasing siapa yang lebih lama berputar, terus pangkak gasing pangkak kena atau tidak itu yang lama berputar juga,” Kata Askiman.
Ia berharap tahun ini Betang Tampun Juah selesai hingga seratus persen termasuk penataan halaman agar pangkak gasing dan permainan tradional lainnya dapat terus dilestariakn dengan rutin latihan bersama.
“Mudah-mudahan tahun ini betang kita udah jadi, pentaan sudah jadi, pangkak gasing akan jadi semakin meriah lagi dan terimakasih bagi yg sudah menjadi juara, berati kalian boleh jadi pemenang kalian terampil dan kalian boleh melestarikan pangkak gasing ini,” Tambahnya.
Askiman juga mengucapkan Terima kasih untuk para panitia yang sungguh luar biasa yang telah mengatur semuanya sehingga semua perlombaan dapat berjalan dengan aman dan lancar,semua tidak luput dari kerja keras panitia.
Selaku Koordinator Lomba Pangkak Gasing Eko Bambang Hartoyo mengatakan, lomba pangkak gasing diselenggarakan pada pekan gawai dayak ke VIII kabupaten Sintang Guna melestarikan adat budaya salah satu turunan nenek moyang zaman dulu yang diwariskan pada generasi muda yakni permainan pangkak gasing.
“kita menggunakan gasing berbentuk jantung dengan ukuran 6-12 cm yang terbuat dari kayu keras. Jarak lingkaran dari garis tempat peserta berdiri adalah 2 meter. Dalam lomba pangkak gasing, yang dinilai adalah gasing pemasang harus dikenakan dan dikeluarkan dari lingkaran oleh gasing pemangkak. Sehingga gasing pemangkak dapat nilai 10 dan gasing pemasang dapat nilai nol. Tetapi jika gasing pemasang yang dipangkak tidak kena dan masih berputar, maka gasing pemasang dapat nilai 10 dan gasing pemangkak dapat nilai nol. Jika gasing pemasang di pangkak lalu keluar lingkaran sedangkan gasing pemangkak juga keluar lingkaran, maka keduanya dapat nilai 5” terang Eko Bambang Hartoyo.
Eko menjelaskan Lomba Pangkak Gasing pada Pekan Gawai Dayak ke VIII Kabupaten Sintang diikuti oleh 27 peserta putra. Juara I perwakilan Ketungau Tengah atas nama Martin Swisa, juara II Andra perwakilan Sanggar Sopan Tengalong dan juara III Dakun perwakilan Kelam Permai.
“Saya berharap Putra putri dayak khususnya dayak di Kabupaten Sintang lebih mencintai adat budaya, terutama permainan tradisional salah satunya pangkak gasing karena Pangkak gasing merupakan permainan putra putri dayak pada zaman dulu yang dapat memupuk kebersamaan antar sesama,” Tambahnya.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *