Lemahnya Pengawasan di Perbatasan, Narkotika Bisa Bebas Keluar Masuk

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(Pontianak) – Ketua Umum Organisasi Masyarakat Komunikasi Kemitraan Teritorial (KKT), Tengku Apreandy, SE mengatakan, lemahnya pengawasan diperbatasan antara negara Indonesia dengan Malaysia dapat memudahkan keluar – masuknya narkotika diwilayah Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sistem pengamanan di perbatasan harus dibenahi dengan benar, yang pertama adalah pintu masuk, yang kedua adalah jalan – jalan tikus yang ada di perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia,” ujar dia saat di konfirmasi

Menurut dirinya, masuknya narkotika diwilayah Kalbar tentu harus dipelajari terlebih dahulu, mulai dari pintu masuk ketika melewati perbatasan, kemudian memeriksa jalan – jalan tikus ditiap – tiap perbatasan hingga bisa masuk ke wilayah negara Indonesia.

“Kinerja para petugas yang berada di perbatasan itu juga harus benar-benar bisa diberi pandangan kepada seluruh masyarakat, dan masyarakat juga harus bekerjasama dengan para petugas disana dalam memberikan informasi yang berhasil didapatkannya” ujarnya.

Dirinya menuturkan, ada tiga hal terpenting dalam proses pelaksanaan di lapangan, yaitu dari proses pemeriksaan sebagai segi pengamanan pintu masuk perbatasan, kemudia melakukan pengawasan ditiap – tiap jalan tikus yang ada diwilayah perbatasan negara Indonesia, baik itu yang sudah ditutup ataupun belum. Serta bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam mendapatkan informasi yang lebih detail.

“Karena masyarakat juga mempunyai peran penting dalam menyampaikan informasi tentang adanya penyelundupan narkotika diwilayah perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia,” tutur dia

Dirinya menilai, penyelundupan narkotika diwilayah perbatasan bukanlah sebuah cerita baru, karena hal ini sudah berulang kali terjadi dan selalu ada saja cara barang haram tersebut masuk ke negara Indonesia.

“Karena sudah menjadi hal yang tak diherankan lagi. Karena tidak hanya Narkotika, bahkan bahan-bahan makanan pokok dan mobil mewahpun pernah melewati perbatasan, sehingga terjadilah keresahan masyarakat,” tutup dia

(Viky)

Foto Tengku Apreandy, Ketua Umum KKT / Viky / POSTKOTAPONTIANAK


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *