Lawan Hoax dan Fitnah‎, Komunikonten Gelar Diskusi di Dewan Pers dan Aksi di Hari Bebas Kendaraan

IMG_20170125_071349JAKARTA – Berita bohong dan fitnah semakin banyak beredar. Akibatnya semua merasakan, masyarakat mulai saling mencurigai, dan ini mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Atas dasar itu, Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi mengadakan diskusi dengan tema “Strategi Menang Melawan Hoax dan Fitnah”, di Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Januari 2017, mulai pukul 13.30 – 16.30 WIB. Konfirmasi kehadiran: 085201459950 (Samsul) atau 083874628589 (Nurul)

Narasumber yang dipastikan hadir adalah, Dr. ‎ Unifah Rosyidi (Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia),  Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Pokja Revolusi Mental, Mantan Dirut LKBN ANTARA), Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), dan Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten), dengan moderator Husein Sanusi (Editor di Tribunnews).

  1. Samsul Arifin, ketua panitia kegiatan ini menjelaskan, dalam diskusi kali ini, kita ingin lebih banyak bicara tentang pencegahan dan literasi digital, karenanya kita mengundang Ketua Umum PGRI, Ketua Dewan Pers, Pokja Revolusi Mental dan Komunikonten.

“Dari PGRI kita berharap ada tindaklanjut, utamanya mendorong pendidikan media sosial di lembaga pendidikan, dari Pokja Revolusi Mental kita ingin ada langkah kongkrit untuk penguatan integritas aparat, khususnya aparat di bidang kehumasan, dari Dewan Pers kita ingin tahu, langkah-langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari berita bohong. Sedangkan dari Komunikonten akan menjelaskan berbagai upaya literasi digital yang selama ini sudah dilakukan”, jelas Samsul Arifin di Jakarta (24/1/17).

Sementara itu, Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten mengatakan, “informasi bohong dan fitnah harus dilawan dengan penegakan hukum dan pendidikan kepada masyarakat. Nah, masyarakat yang mana, saya melihat justru yang terpenting adalah elit politik, baik penguasa maupun oposisi, kelas menengah, tim sukses, karena merekalah yang sering membuat kegaduhan,”.

Alumnus Diplomasi InternasionalUniversitas Paramadina ini menyebut saat ini, semua orang adalah kantor berita, semua orang adalah jurnalis bagi akun media sosial masing-masing. Dengan begitu, mereka  berpotensi membuat, menyebarkan hoax dan fitnah. Atau sebaliknya mereka bisa  juga mampu membuat, dan menyebarkan konten positif.

Selain diskusi, Komunikonten juga akan mengadakan aksi lapangan, yaitu penandatanganan spanduk “Deklarasi Hidup Tanpa Hoax dan Fitnah; Kolaborasi Pengguna Media Sosial untuk Kepentingan Nasional” pada hari bebas kendaraan (Car Free Day), Minggu pagi (29/01/2017) pukul 06.30 – 09.00 WIB, di samping Bunderan Hotel Indonesia. Kegiatan ini akan dimeriahka  oleh aksi Flash Mob dari Teater Psikologi Universitas Indonesia (UI). Masyarakat yang ingin hadir dapat menghubungi: 085201459950 (Samsul) atau 083874628589 (Nurul)./(R)/ foto :ist/


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *