LAKI Mempawah Sesalkan Wartawan Setuju Dipasung

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MEMPAWAH-Wartawan Mempawah yang menerima honorarium dari APBD mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Padahal dengan menerima honorarium itu berarti kebebasan pers telah dipasung. “Ironisnya kendati kebebasannya dipasung mereka malah menyetujuinya,” ujar Iswandi Sekretaris Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Mempawah kepada

ISWANDI
ISWANDI

Poskotapontianak.com kemarin.

Wartawan bekerja untuk publik dengan menyampaikan informasi sehingga disitulah ada fungsi kontrol terhadap pemerintah.

” Kalaulah wartawan menerima honor dari pemda, maka independensinya sangat diragukan. Dan ini fakta, sangat sulit mempublikasikan segala bentuk penyimpangan yang dilakukan pejabat eksekutif,” bebernya.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Seharusnya wartawan malu dengan para tenaga honorer pemda, karena mereka setiap hari mengabdi hanya mendapatkan honorarium Rp 500 ribu per bulan. “Ini wartawan bukan karyawan yang dipekerjakan oleh pemerintah malah dapat gaji Rp 1,5 juta per bulan. Sangat memalukan!” tegas Iswandi.

Intinya LAKI sangat menyesalkan dan berharap Dewan Pers turun tangan untuk menangani kasus ini.

Hal serupa juga ditegaskan R Mustafa, BSc Ketua Umum DPP AWI yang menilai tindakan para  oknum wartawan itu telah melanggar kode etik jurnalistik.

“Mereka sudah tidak lagi memegang etik dalam menjalankan tugasnya. Maka kita desak agar mereka diberhentikan dari wartawan,” tambah Mustafa.

Sebab menurut dia dengan menerima gaji dari uang rakyat berarti sama halnya dengan menerima hadiah atau imbalan.

“Tindakan ini bukan hanya merusak citra wartawan, melainkan juga merusak nama media tempat mereka (wartawan) bekerja,” tegasnya./RED


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *