KPU Kalbar Terima Rekom Dugaan Pelanggaran Dari Bawaslu, Terkait Branding Paslon di Kendaraan!

PONTIANAK – Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiawaty menuturkan pihaknya telah menerima rekomendasi dari Bawaslu Kalbar terkait dugaan pelanggaran oleh satu diantara paslon Cagub-Cawagub Kalbar.

( Foto : Ist ).

“Kami memang sudah menerima rekomendasi dari Bawaslu Kalbar terkait dugaan pelanggaran kampanye, sudah ditindaklanjuti dan kami memang kembalikan kepada Bawaslu untuk dimintai penjelasan,” katanya, Jumat (16/3/2018).

Dimintai keterangan, kata dia, karena setelah dilakukan kajian terhadap surat maupun rekomendasi dari Bawaslu, ada beberapa hal yang KPU minta penjelasan lebih lanjut.

Hal itu terkait waktu kejadian dan tanggal pelaporan yang di dalam surat kajian Bawaslu menurut pihaknya terjadi ketidakkonsistenan.

“Namun kemarin kami sudah mendapat respon terhadap surat yang kami sampaikan pada bawaslu dan sudah dilakukan perbaikan, dan hari ini akan kami bahas kembali untuk tindak lanjut rekomendasi tersebut,” katanya.

Berdasarkan surat yang diterima, menurut Umi dugaan pelanggaran yang dilakukan satu diantara paslon adalah terkait bahan kampanye, sticker yang dipasang dimobil atau kendaraan.

“Rekomendasi Bawaslu adalah memberikan sanksi peringatan tertulis dan ini yang akan dibahas lebih lanjut dalam rapat pleno KPU,” terangnya.

Untuk diketahui, Bawaslu Kalbar telah membuat larangan branding paslon dikendaraan.

Hal ini mengingat pasal 26 ayat (1) PKPU nomor 4 tahun 2017, mengenai ukuran sticker paling besar yang boleh digunakan dalam kampanye tidak boleh melebihi ukuran 10 cm × 5 cm./rls/ar1-LN.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *