Konsumen Merasa Kecewa PT. MNI Terancam di Pidanakan

Elnard Peter konsumen yang merasa dirugikan oleh PT NMI./(Said)
Elnard Peter konsumen yang merasa dirugikan oleh PT NMI./(Said)

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Kendati telah menerima ganti rugi dari PT.Nissan Mobil Indonesia (NMI), sesuai dengan putusan Badan Pelayanan Sengketa Konsumen (BPSK), namun PT.Nissan Mobil Indonesia (NMI) dinilai sudah melanggar bahkan mengecewakan konsumen. Maka dari itu mobil Nissan Livina diserahkan kepada PT.NMI melalui kuasa hukumnya dengan menggunakan mobil derek.

“Selain itu, apabila dalam 10 hari kerja PT. NMI tidak melaksanakan pendaftaran Balik Nama Kendaraan Bermotor sesuai pasal 3 dalam UU RI No.28 Tahun 2009, pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Elnard Peter konsumen yang merasa dirugikan oleh PT NMI, kepada sejumlah pewarta Sabtu (30/5/2015), di kediamannya Cinere, Depok, Jabar.
Peter  menerangkan, berawal pada Tahun 2011  dirinya membeli satu unit mobil Livina XR/AT warna hitam dari PT.Nissan Mobil Indonesia (NMI), di Cabang Cikarang. Namun merasa kecewa, sebab kondisi mobilnya selalu mengalami gangguan di bagian rem serta suara mesinnya agak kasar.

“Artinya kondisinya tidak nyaman selama dikendarai terutama dibagian rem mengalami getaran saat pedal diinjak dan selalu berulang walaupun sudah diganti tetap bermasalah, bahkan pelayanan servis (warranty claim) buruk,” terangnya.
Menurutnya, pada bulan Juni tahun 2013, melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum ANR, pertama melayangkan somasi atau melaporkan PT NMI ke Badan Pelayanan Sengketa Konsumen (BPSK) DKI Jakarta. Akhirnya  pada tanggal 14 November 2014, dikabulkan untuk mendapatkan ganti rugi atas penggunaan dan kompensasi karena buruknya mutu. Sebab terbukti dari iklan yang tidak sesuai pelayanan, purna jual.

“Artinya memiliki cacat tersembunyi dengan tujuan adanya pembuktian terhadap seluruh keluhan tersebut. Namun pihak BPSK tidak melaksanakan penyelesaian sengketa konsumen. Artinya  tidak sesuai dengan ketentuan pelaksanaannya,” tutur Piter.
Dia menambahkan, seharusnya dalam 21 hari kerja BPSK sudah mengeluarkan putusan, namun hingga bulan Maret 2015 persidangan baru dimulai. Itu pun tidak memperhatikan ketentuan arbitrase dimana konsumen meminta kerugian terbesar yang dialaminya dari iklan & cacat tersembunyi dibuktikan dengan mengajukan saksi ahli, tetapi tidak diperhatikan. Sebab dasar membeli produk ini berawal dari iklan yang menyebutkan.

 “Artinya, biaya operasional Grand Livina termurah dikelasnya pada website resmi Nissan Mobil Indonesia dengan merincikan biaya servis berkala hingga 100.000km serta spesifikasi BBM Premium yang konsumsinya 1:14l/km,” pungkas Piter.
Piter mengeluhkan, bahwa yang terjadi adalah saya membayar lebih dari iklan biaya perawatan berkala, dan menemukan bukti bahwa rekomendasi BBM minimal dengan RON91 yang setara Pertamax. Dengan selisih harga jual Premium dengan Pertamax selama kurun waktu pemakaian 2011 – 2013 saya membayarkan puluhan juta rupiah lebih mahal untuk mengoperasikan mobil ini karena harus menggunakan Pertamax untuk mendapatkan kenyamanan dan performa mesin yang ideal saat berkendara.
“Memang seharusnya BSK menghukum PT. NMI dengan putusannya yakni,  mobil itu harus dibeli kembali sesuai harga jual, tapi sayangnya tidak dengan ganti rugi yang cukup bahkan tanpa kompensasi,” cetusnya.

Piter juga merasa puas terhadap pelayanan PT. NMI, karena kebohongan informasi publik yang ditayangkan di iklan PT. NMI, melalui website resminya bahwa apa yang disampaikan iklan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dialaminya menggunakan produk Nissan Livina tersebut selama ini.

”Maka dari itu saya akan menggugat pidananya pihak PT. MNI melalui kuasa hukumnya dengan perangkat UU ITE, karena iklan yang disampaikan PT. MNI belum teruji kebenarannya sekalipun iklan itu telah dihapus setelah somasi I dilayangkan,” tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kuasa Hukum PT.NMI , Binsar Parapat mengatakan,  penyerahan mobil yang dilakukan konsumen ini sudah sesuai dengan putusan BPSK bahwa ganti rugi kepada konsumen sudah diselesaikan dan sudah ada ganti rugi dari pihak PT.NMI,” ujarnya./ Faldi/Sudrajat

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *