Kodam XII/Tanjungpura, Gelar Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018

Kubu Raya – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura menyelenggarakan “Rakor Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodam XII/Tanjungpura Tahun 2018,” di buka oleh Pejabat Gubernur Kalimantan Barat Drs. Dodi Riyadmadji, MM. Kegiatan tersebut digagas dan difasilitasi oleh Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi dalam pelaksanaan rapat koordinasi dilaksanakan di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang NO. 1, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (19/2/2018).

Panglima Kodam XII/Tanjungpura mengatakan, hasil dari Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodam XII/Tanjungpura Tahun 2018 adalah Karhutla akan diatasi secara terpadu oleh TNI, Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran Swasta, Pemda, BPBD, dan seluruh yang bertanggung jawab penanggulangan karhutla.

“Kalbar saat ini, kata Panglima Kodam XII/Tanjungpura, dengan adanya perubahan iklim atau musim yang dalam prakiraan jatuh pada bulan Mei, namun sudah terjadi pada bulan Februari ini,” ujar Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Panglima Kodam XII/Tanjungpura berharap dari rakor ini ada pernyataan tanggap darurat, sehingga mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) khususnya masalah Helikopter, harapnya.

“Untuk warga masyarakat Kalimantan Barat, agar membuka lahan tidak dengan cara membakar, gunakan metode yang sudah diberikan di daerah masing-masing,” imbau Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.

Ditempat yang sama Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Didi Haryono, S.H., M.H, menyampaikan apresiasi kepada Panglima Kodam XII/Tanjungpura yang telah menggagas dan memfasilitasi diadakannya rapat koordinasi tentang Karhutla di Kalbar.

Dikatakan Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Didi Haryono, S.H., M.H, “Bahwa kabut asap ini sangat mengganggu sekali baik untuk kesehatan, transportasi maupun pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Provinsi Kalimantan Barat sampai ke wilayah-wilayah Kabupaten dan Kota. Untuk itu, “Rakor ini untuk mengantisipasi, mencegah dan mengatasi serta menanggulangi agar bisa menghilangkan atau setidaknya mengeliminir dampak ditimbulkan dari karhutla”.

“Melalui dari rakor ini, sudah diambil kesepakatan, setidaknya langkah-langkah antisipasi berupa adanya Helikopter untuk lebih cepat memadamkan api, ditambah lagi dengan kesepakatan baik dari TNI, Polri, Manggala Agni, Pemadam kebakaran swasta, Pemda, BPBD, dan dari seluruh stakeholder yang benar-benar bertanggung jawab penanggulangan karhutla ini,” paparnya.

Kapolda pun mengimbau, “Kepada seluruh warga masyarakat Kalimantan Barat untuk benar-benar pada saat membuka lahan agar tidak membakar lahan, ada model, ada cara untuk membuka lahan tanpa membakar lahan masing-masing daerah sudah diberi metodenya,” imbaunya.

Selain itu, Kapolda menyerukan agar warga yang mengetahui oknum yang membakar lahan. Karena kata Kapolda 99 persen karhutla ini di bakar, dan itu melanggar aturan hukum, ada tiga Undang-Undang yang dilanggar oknum tersebut harus kita tangkap bersama dan serahkan ke pihak Polri untuk diproses, dan ancamanya 10 tahun penjara dan denda sebesar 10 milyar, tukas Kapolda Kalbar./*

Sumber : Pendam XII/Tpr.

Publish : abe PKP / Postkotapontianak.com


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *