Kinerja Panwaslu Depok Nol Besar

Panwaslu Tak Bernyali, Takut Terhadap Penguasa

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Fitri Hariono menilai, bahwa Panwaslu takut untuk bersikap tegas terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon, yakni,  Idris Abdul Shomad dalam kegiatan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam acara Malam Anugerah Pendidikan tanggal 28 Oktober 2015 lalu.

 “Seharusnya Panwaslu tegas serta tidak pandang bulu dalam menindak segala bentuk adanya dugaan pelanggaran Pilkada tersebut,” tegasnya kepada sejumlah pewarta, Senin (16/11/15), di kantornya.

Fitri mengingatkan, bahwa Panwaslu harus berani dan berjalan sesuai dengan fungsinya. Bahkan Panwaslu juga harus siaga menuntaskan segala masalah sesuai dengan jalur hukum. Karena Polres Depok menunggu keputusan dari Panwaslu,  guna mengusut adanya pelanggaran Pilkada yang masuk dalam ranah tindak pidana hukum.

“Kami beraharap agar kinerja Panwaslu ditingakatkan kembali agar masalah yang ada segera dituntaskan,” imbuhnya.

Sementara anggota Komisi A lainnya, Rachmin Siahaan membenarkan, bahwa sudah jelas satu kasus yang telah terjadi dan telah dilaporkan oleh LSM Gelombang, terkait kehadiran Idris Abdul Shomad dalam kegiatan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam acara Malam Anugerah Pendidikan tanggal 28 Oktober 2015 lalu.

“Padahal sejatinya pada tanggal tersebut Idris dalam jadwal cuti sebagai Wakil Walikota Depok yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heriawan,” ujarnya.

Rachmin menegaskan, bahwa Panwaslu tidak punya nyali. Artinya Panwaslu takut terhadap pemegang tampuk kekuasaan. Selain itu Panwaslu juga dinilai tidak bekerja sesuai dengan fungsi dalam kapasitas sebagai pengawasan Pilkada.

“Panwaslu saat ini tidak jelas. Sebab Panwaslu tak tanggap terhadap persoalan yang ada. Jangan anggarannya saja yang besar tapi kinerjanya nol besar,” ujar politisi PDIP itu.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *