Ketua Pokja Wasbang Herry Prasetyo : Kadisdik Depok Harus Paparkan Masalah LKS

Herry Prasetyo. ist
Herry Prasetyo. ist

DEPOK ( PKP ) -Ketua Kelompok Kerja Pengawas Pembangunan (Pokja Wesbang) Kota Depok, Herry Prasetyo berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, untuk tidak tutup mata dalam carut marutnya permasalahan buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) yang saat ini dikeluhkan masyarakat terkait di perjualbelikan buku LKS oleh oknum sekolah yang terjadi akhir-akhir ini di Depok.

“Sebab dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang setiap tahunnya digulirkan oleh pemerintah pusat dan daerah ke setiap sekolah negeri, di geratiskan. Bahkan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, menjelaskan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiyaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 (sebilan) tahun yang bermutu, maka Pemerintah wajib mengalokasikan dana BOS tahun anggaran 2015,” ujarnya kepada wartawan Rabu (27/1/2016), di Balaikota Depok.

Herry Prasetyo atau panggilan sapaannya Hersong menerangkan, bahwa kisruh soal buku LKS tersebut, Disdik Depok jangan tutup mata tanpa adanya sebuah tindakan nyata. Karena permainan terjadi dimulai dari tingkat bawah, yakni wali kelas meminta orang tua untuk membeli LKS.

“Maka dari itu kedepannya, kita mengharapkan jangan ada lagi siswa membeli LKS ilegal terlebih membeli dengan harga mahal. LKS yang sudah dibeli paling tidak dikembalikan,” terang Hersong.

Hersong juga mengingatkan, bahwa perihal kisruh LKS ini tidak melarang orang menjualnya, tapi mencari solusi agar penjualan LKS ini tidak memberatkan orang tua murid. Namun guna menghormati Mendikbud RI, sebaiknya menggratiskan buku LKS tersebut.

“Sebab jargon Walikota dan Wakil Walikota terpilih 2016 menjadikan Depok terbaik dapat terealisasikan. Ia bersama dengan aktifis serta pakar pendidikan sudah mencari solusi dan pemecahan agar LKS bisa digratiskan,”imbuhnya. ( Faldi/Sudrajat )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *