Ketua LPM Desa Temajok Membenarkan Beras Bantuan Telah di Jual

Alpian : “ Saya yang mempunyai ide untuk menjual beras bantuan tersebut, hal tersebut terpaksa kami lakukan demi mengatasi biaya operasional kami sehubungan dengan kunjungan Menhan ke Desa Temajuk perbatasan Indonesia Malaysia.

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SAMBAS-Terkait kunjungan Menhan (Menteri pertahanan) ke Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas pada bulan Januari (2015) lalu, menyisakan keresahan bagi warga desa sebagaimana yang dikeluhkan dan dituturkan Karta mantan Kepala Dusun pada sejumlah wartawan di Sambas .

Gambar Alpian Ketua LPM Desa Temajok Kab SambasMenurut Karta bahwa Pemda Sambas melalui Badan Ketahanan Pangan telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 (lima) ton secara bertahap, yakni 2,5 ton pertahap.

Beras tersebut memang dibutuhkan warga masyarakat sebab masyarakat agak kesulitan memenuhi kebutuhan beras akibat musim penghujan ini. Namun sangat disayangkan ternyata pihak pemerintah desa telah menjual beras tersebut kepada warganya seharga Rp.2500/Kg.

Karta menganggap prilaku seperti ini tidaklah mencerminkan kepemimpinan yang amanah, bukannya mensejahterakan masyarakat justru menyusahkan adanya.

Terkait perseoalan tersebut, Pihak Pemerintahan Desa melalui Alpian selaku Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan masyarakat) Desa Temajuk membenarkan bahwasanya telah menjual beras bantuan dari Badan Ketahanan Pangan tersebut seharga Rp.2500/kg dan yang dijual sebanyak 2,5 ton.

Menurut Alpian alasan penjualan beras itu sudah disepakati bersama oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) para Ketua RT, Kepala Dusun, PKK dan LPM sendiri , dan saya yang mempunyai ide untuk menjual beras bantuan tersebut, aku Alpian seraya mengatakan “ Hal tersebut terpaksa kami lakukan demi mengatasi beaya operasional kami sehubungan dengan kunjungan Menhan ke Desa Temajuk perbatasan Indonesia Malaysia”.Karta Mantan Kadus terkait brt Beras Bantuan dijual

Memang masyarakat kami saat ini kesulitan mendapatkan beras mengingat hujan yang berketerusan, bahkan kami harus mengkonsumsi beras dari negara tetangga Malaysia. Sementara di desa kami tidak terdapat sawah atau tanaman padi . Sedangkan untuk ke ibukota Kecamatan sangat jauh serta kondisi jalan yang rusak akibat hujan, jelas Alpian.

Beras bantuan ini bukannya datang sendiri lanjut Alpian, kami memintanya ke Kabupaten melalui surat permohonan yang diajukan LPM Desa Temajuk kepada Bupati Sambas, apa salahnya jika kami jual karena ini sudah hasil kesepakatan bersama. Hal itu untuk kepentingan desa juga, kalau mau dilaporkan silahkan saja, imbuhnya lagi.

Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan M.Syerly S.Sos.Msi saat dikonfirmasi di Kantor Camat Tebas, saat menghadiri Musrenbang mengakui benar ada menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 ton ke Desa Temajok, Syerly juga menyesalkan atas penjualan beras tersebut, kok bantuan dijual terangnya. Namun Syerly meminta hal ini dinetralisir saja jangan sampai berlanjut.(Lukman Hakim)