Ketua KNPI Depok : Hingga Kini Gedung Belum Terealisasi

Ketua KNPI Kota Depok, Dody (Ist)
Ketua KNPI Kota Depok, Dody (Ist)

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Kendati telah mendesak Walikota Nur Mahmudi Ismail untuk segera merealisasikan pembangunan gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), namun hingga kini belum juga ada niatnya. Sebab khawatir rencana tersebut tidak terwujud diakhir masa jabatan walikota yang tinggal enam bulan lagi.

“Sebenarnya pembangunan gedung tersebut bisa direalisasikan saat ini, tinggal menunggu niat baik walikota saja. Kalau niatan itu tidak ada maka tidak akan terealiassi,” tegas Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok, Dody Riyanto kepada sejumlah pewarta, Minggu (10/5/2015), di Depok.

Dia menjelaskan, bahwa sebenarnya anggaran untuk membangun gedung pemuda telah disediakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Artinya pembangunannya tinggal menunggu proyek pembangunan gedung itu dilelang. Namun, sayangnya sampai saat ini Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) belum juga dilakukan tender.

 “Dan Sebenarnya Gedung KNPI tersebut bisa menjadi kenang-kenangan dari walikota di tahun akhir jabatannya. Kado untuk pemuda Kota Depok sebuah Gedung yang  sangat diidamkan kaum muda Depok,” jelas Dody.

Dody berharap walikota mau memberi kado istimewa kepada generasi muda di Kota Depok dengan memberikan sebuah gedung untuk anak muda berkreasi dan berinovasi. “Harapan itu bisa diwujudkan kalau walikota memiliki niat baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Habib Ahmad Muhsin Al Athas, selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok menyampaikan keinginan yang sama dengan KNPI. Habib Ahmad Muhsin mendesak Walikota Nur Mahmudi membangun kantor sekretariat bagi FKUB agar tidak sering berpindah-pindah.

“Kami sangat berharap di akhir jabatan walikota, kami dapat mempunyai gedung baru demi meningkatkan kualitas hidup beragama di Kota Depok,” imbuhnya.

Habib Muhsin mengeluhkan sering berpindah-pindahnya kantor FKUB menyebabkan FKUB tidak dapat memberikan pelayanan secara maksimal. Apalagi, seringnya FKUB berpindah-pindah kantor membuat warga yang mempunyai masalah menjadi bingung ketika harus ke FKUB.

 “Banyak warga bingung kalau ditanya mana kantor FKUB. Hal ini harusnya menjadi catatan walikota agar kualitas kerukunan umat beragama di Kota Depok terus terjaga,” ucapnya./Faldi/Sudrajat


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *