Ketua DPD PKS Depok : Raihan Kursi Tak Terlalu Signifikan

PKS-GERINDRA./Ist
PKS-GERINDRA./Ist

PKS Masih Tunggu Kesepakatan Partai Gerindra  

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Depok Suparyono, mengungkapkan, kendati Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah berkuasa di Kota Depok, selama 10 tahun namun tidak mudah dapat mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015 mendatang. Sebab raihan kursi yang tidak terlalu signifikan serta kepemimpinan Walikota Nur Mahmudi Ismail yang dinilai kurang berhasil oleh masyarakat membuat partai tersebut kesulitan menjalin komunikasi.

“Benar hingga saat ini kami masih menunggu kesepakatan dengan Partai Gerindra untuk berkoalisi. Karena saat ini PKS sendiri tidak bisa mencalonkan kadernya seperti Pilkada 2010 lalu,” ungkapnya kepada pewarta, Jumat (10/7/2015), di depok.

Dia menjelaskan, bahwa mengenai siapa yang akan dicalonkan, PKS tetap menaruh harapan besar terhadap Imam Budi Hartono (IBH) maupun Idris Abdul Shomad sebagai calon walikota maupun wakil walikota. Namun hingga saat ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS belum merekomendasikan nama untuk dijadikan calon walikota ataupun wakil walikota.

“Bahkan hingga saat ini DPP PKS belum merekomemdasikan nama yang mewakili PKS untuk dijadikan calon walikota atau wakil walikota pada Pilkada tahun ini,” jelas Suparyono.

Sementara di tempat terpisah, Kaharudin Bandu atau biasa disapa Aco,  selaku Sekretaris Koalisi Depok Bersatu (KDB), menerangkan, bahwa enam partai politik (parpol) yang tergabung dalam KDB komit untuk berkoalisi, sehinga sulit rasanya mereka digoda parpol lain.

“Yang ada kita telah meminta Partai Golkar dan Partai Gerindra untuk masuk ke dalam gerbong KDB. Namun, Golkar menolak dan Gerindra belum mengeluarkan keputusan apapun terkait permintaan tersebut,” terangnya.

Ketika ditanya kenapa KDB tidak melibatkan PKS, Murthada dengan enteng menjawab bahwa koalisi ini sesungguhnya memiliki visi mengusung perubahan. Jika PKS masuk ke dalam koalisi ini maka visi KDB secara otomatis berantakan.

“Justru itu kita ingin perubahan, bukan ingin menjadi bagian dari pihak-pihak yang ingin mempertahankan kekuasaan,” cetusnya. (Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *