Ketua Bamusi Kota Depok Mengalami Pelecehan Verbal, Imam Enggan Minta Maaf Pada Afifah

BACA JUGA

Banjir Belum Surut, Danrem 121/ABW Salurkan Ribuan butir telur dan mie instans

AMTAB Pinta Pemkab Atasi Penaggulangan Pasca Bencana Banjir di Wilayah Kabupaten Mempawah

Optimalkan Pembinaan Pangkalan Koramil 1201-12 Air Besar, Lakukan Renovasi Ruang Kerja Makoramil

Babinsa Pak Laheng Harap Dengan Ritual Adat Menjadikan Pelestarian Budaya Yang Harus Dilestarikan

PKP : KOTA DEPOK — Hingga saat ini dugaan kasus pelecehan verbal yang dilakukan Imam Budi Hartono (IBH) dari PKS, terhadap calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah Alia, masih menjadi pergunjingan di masyarakat Depok khususnya. Bahkan, kasus ini juga sudah di sampaikan kepada DPP PDIP.

“Dan selanjutnya, pak Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristyanto, berpesan untuk fokus kepada upaya pemenangan di Pilkada. Jadi, pada intinya, PDI Perjuangan menentukan sikap untuk lebih memilih fokus pada pemenangan di Pilkada Depok 2020, tahun ini,” ujar Sekjen DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Depok, Ikravany kepada pewarta, Selasa (15/9/2020).

Ikra menegaskan, bahwa hingga sekarang masih belum ada permintaan maaf dari IBH kepada Afifah Alia. Kendati, dari berbagai kalangan mendesak, terutama dari komunitas perempuan, agar kasus pelecehan verbal yang dilakukan Imam Budi Hartono (IBH), tersebut dibawa kerana hukum. Namun, PDI Perjuangan tak lagi mempersoalkanya.

“Untuk itu, kami mempersilahkan yang lain untuk bersuara. Untuk menyatakan pendapatnya di depan publik. Karena,
memang ini bukan hanya persoalan PDI Perjuangan. Ini soal harkat dan martabat perempuan,” politisi PDIP Kota Depok itu.

Sementara itu, Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Depok, Afifah Alia, yang mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Depok membenarkan, bahwa dengan arahan partainya untuk fokus pada pemenangan dan menjadikan hal ini sebagai cambukan.

“Artinya, partainya bahkan memerintahkan persoalan perempuan menjadi salah satu intervensi yang harus diperhatikan saat Pradi-Afifah menjabat nanti. Jadi, intervensi perempuan secara sosial, ekonomi dan budaya,” ujar Afifah.

Afifah menegaskan, bahwa selama ini banyak sekali kasus-kasus pelecehan kepada perempuan di Depok yang diabaikan oleh Pemerintah Kota. Seperti yang dialaminya, karena baru pertama bertemu bercandanya seperti itu.

PONDOK GRAVITASI MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75 TAHUN 2020

DIJUAL RUMAH : LOKASI SUNGAI RAYA DALAM KOTA MADYA PONTIANAK

“Bahkan pelaku menganggap itu adalah hal yang biasa saja. Telinga saya tidak tuli, saya mendengar hal ini. Namun dalam kebanyakan masalah seperti ini, pelaku selalu memiliki dalih. Bahkan, yang disampaikan pelaku kata bercanda untuk mencairkan suasana. Namun, dari sebagian masyarakat kita dianggap sebagai hal yang luar biasa,” ketus calon orang nomer dua di Kota Depok itu.

SAID


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *