Kesal Dana Sertifikasi Tidak Kunjung di Bayar, Ratusan Guru Datangi Diknas Sambas

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SAMBAS-Diperkirakan sekitar dua ratus guru (200) dari kecamatan yang bereda di wilayah Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, datangi Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas guna meminta kejelasan kapan dana tunjangan sertifikasi selama 2 bulan tahun anggaran 2014 dibayarkan. Para guru mengaku kesal dengan Pemda Sambas yang tidak memberikan kejelasan atas pembayaran tersebut.

guru demo-1Di Gedung Dinas pendidikan Sambas mereka di terima oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs. Jusmadi, Kabag Keuangan Setda Sambas Suseno, Asisten tiga Ir.H.Hasanusi.MM dan Ketua PGRI Sambas H.Samian.SPd.MM.

Jasmani salah satu guru sekolah Dasar Negeri asal kecamatan Tebas menyesalkan bahwa ketua PGRI tidak respon dan tidak peduli akan nasib guru, hal ini ikut memicu kami datang meminta hering ke sini, terangnya.

Tertundanya pembayaran dana sertifikasi ini tentunya membuat kami dan kawan-kawan merasa sangsi, sebab sementara daerah lain bisa dibayarkan. Namun ada apa di Kabupaten Sambas ini, apakah tidak memikirkan nasib kami, yang kesulitan membayar kos anak kuliah, uang daftar ulang dan lain lain keperluan dan kami minta pejelasan kepada , papar Jasmani.

Sementara salah satu guru SMPN satu atap H. Saniman juga mengungkapkan kekecewaannya, transparansi hanya visi dan misi saja, kenyataannya tidak pernah dilaksanakan. “Kami menuntut segera dibayarkan jangan ditunda lagi, kalau memang pusat belum transfer agar segera ditalangi jangan sampai berhutang-hutang, pinta H.Saniman.

Suseno Kabag keuangan Setda Sambas menerangkan, bahwa lebih dari 126 miliar telah dianggarkan untuk dana sertifikasi.

Sementara itu Ir.H. Hasanusi.MM asisten tiga(III) Pemda Sambas menerangkan, bahwa dapat memahami kegelisahan teman-teman guru, dana itu sudah ada namun kita menunggu selesai tim audit berkerja, untuk itu diharap bersabar, saya setuju atas kedatangan teman-teman guru, agar kita lebih jelas lagi mendapatkan informasi, kami akan merapatkan hal ini bersama sama forum SKPD, jelasnya.

Manaf salah satu guru asal Sambas menyesalkan kurang komunikatifnya ketua PGRI Sambas, hingga hal ini harus berlarut-larut, kalau gaji guru cepat di potong, giliran dana sertifikasi berbagai jawaban kedengaran tidak konsisten, saya harap kita satu suara dalam hal ini, ajak Manaf.

Drs. Jusmadi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas meminta semua pihak dapat memahami dan bersabar, kami lagi kerja keras mengusulkan semua ini berikut guru-guru tambahan yang sudah sertifikasi, mudahan ke depan makin baik lagi, saya meminta para guru tetap tenang solusi terbaik sedang kita fikirkan, pungkasnya.(Lukman Hakim PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *