Keluarga Korban Pinta Polisi Agar Alm Mendapatkan Hukuman Berat Paling Pantas Didapatkannya

POSTKOTAPONTIANAK.COM

PONTIANAK KALBAR :  Tim Inafis Labfor Polresta Pontianak melakukan rekonstruksi pembunuhan Sumi (40) dan Gabby (19), Sabtu (03/10/2020) sekira pukul 09.00 wib pagi, sudah memulai rekonstruksi pembunuhan ibu dan anak di jalan Tanjung Harapan Tanjugraya 2 Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur.

Berbondong warga memadati lokasi rekonstruksi, mulai anak-anak hingga orang dewasa, menanti kedatangan Eksekutor Sadis yang tega menghabisi nyawa istri dan anaknya yang tak berdosa tanpa dalih dan alasan yang tepat sehingga dengan ringan tangan mengambil besi shaff mesin speed 40PK, langsung membabi buta memukuli kedua korban sehingga ambruk tak bernyawa.

BACA JUGA

Satreskrim Polresta Pontianak Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak

Satgas TMMD 109 Sintang Jaga Kebugaran Dengan Berolahraga

15 Perwira Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Resmi Naik Pangkat

Peringati HUT TNI AL Ke-75/2020, Ka.LPPM STTAL Beserta Rombongan Anjangsana Warakawuri STTAL

Dansatma STTAL Menerima Pelaporan Kenkat Bintara Dan Tamtama STTAL

Dengan dijaga pengawalan ekstra ketat oleh personel Polresta Kota Pontianak, dibantu dengan Sat.Brimob Polda Kalbar, menjaga agar kegiatan rekonstruksi yang dilakukan berjalan dengan aman dan lancar.

Mobil tahanan Polresta Kota Pontianak memasuki lokasi TKP, tak lama pintu mobil dibuka, seragam berwana oren keluar disambut dengan cacian dan makian dari warga yang geram akan perbuatan yang sudah dilakukan pelaku, dari awal rekonstruksi hingga akhir tak henti-hentinya warga melontarkan perkataan hujatan kepada pembunuh sadis ibu dan anak tersebut.

Saat didalam mobil, salah seorang perempuan yang disinyalir merupakan keluarga korban tidak terima atas perlakuan kepada korban dna menghampiri mobil tahanan dan memukul kaca sambil melontarkan kata-kata makian kepada korban.

“Geram saye, kalo tak ade polisi, udah saye pukul orang tuh,” ucap perempuan tersebut.

Lanjutnya katakan, korban itu baik orangnya, tinggal berdua dengan anaknya yang perempuan, tidak pernah ikut campur urusan orang, mecari nafkah dengan jualan warung didepan rumah, selain itu untuk biaya anaknya sekolah lewat jualan juga, dan biasa dibantu oleh mantan suaminya yang pertama.

“Korban orang baik, usaha buka warung depan rumah untuk makan dan biaya anak gadisnya kuliah, biasa ada juga dibantu dengan mantan suaminya, itu pun anaknya yang ketemu dan mengambil uang itu dengan bapaknya,” ucap perempuan tersebut.

“Kami minta dengan sangat agar polisi dan jaksa memberikan hukuman seberatnya kepada pelaku, apalagi dua oranh korban dihabisi tanpa ampun dan tidak bernyawa,” harapnya.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *