Kejari Depok : Masih Tunggu Surat BPKP

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Terkait dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan lahan Dinas Bina

Kejari Depok./ Ist
Kejari Depok./ Ist

Marga Sumber Daya Air (Dibimasda),  Kota Depok, seluas 4.000 m2 di wilayah Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jabar. Maka dari itu dipastikan akan ada tersangka.

“Akan ada PNS aktif maupun PNS yang sudah non aktif menjadi tersangka dalam kasus pengadaan lahan untuk penyimpanan aset Dibimasda. Kasus ini telah menjadi perhatian kami sejak lama, dan kita tunggu hasilnya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Yudha Pratama kepada wartawan kemarin, di Depok.

Dia menjelaskan, bahwa hingga saat ini, pihaknya menunggu kepastian dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) tentang adanya kerugian negara dalam kasus tersebut. Jadi pihaknya masih menunggu selembar surat dari BPKP Jawa Barat.

“Untuk itu, ketika ada surat tersebut, dan BPKP memastikan adanya kerugian negara, kita akan undang wartawan. Jadi berharap teman-teman wartawan agar bersabar,” jelas Yudha.

Yudha menambahkan, selain menyoroti kasus Dibimasda, pihaknya juga tengah menangani kasus pembelian tanah di wilayah Sawangan. Bahkan Kejari Depok juga akan menjadikan beberapa penyalur dana bantuan sosial (bansos) di wilayah Kota Depok sebagai tersangka.

“Jadi mereka itu, kita jadikan tersangka karena dengan sengaja memotong anggaran. Apalagi pemotongan dilakukan dengan dalih untuk uang rokok dan lainnya,” tandasnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *