Kejaksaan Negeri Putussibau, Barantas Korupsi Dimulai Dari Diri Sendiri

POSTKOTA PONTIANAK

KAPUAS HULU-Dalam rangka memperingati Hari anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember 2014 Kejaksaan Negeri Putussibau telah melaksanakan kegiatan diantaranya, Hari Anti Korupsi se-DuniaBahwa telah dilaksanakan Sosialisasi Undang-undang No.20 Tahun 2001 tentang  perubahan atas  undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberntasan tindak pidana Korupsi pada tanggal 4 Desember 2014 di kementrian Agama Kab. Kapuas Hulu sebanyak 33 Orang.

Bahwa Upacara peringatan Hari anti Korupsi sedunia tanggal 9 Desember 2014 yang diikuti oleh seluruh pegawai Kab. Kapuas Hulu dan dipimpin oleh Sdr. Andi Faisal, SH, M.Hum selaku  Kepala Kejaksaan Negeri Putussibau dan dilanjutkan pembagian stiker bertuliskan “ INDONESIA BERINTEGRITAS “ “BERANTAS KORUPSI  DIMULAI DARI DIRI SENDIRI “

Bahwa untuk memberikan infdormasi terkait dengan hari anti korupsi telah dilakukan pemasangan  spanduk bertuliskan  Tema  Hari Anti Korupsi Sedunia   Tahun 2014 yaitu “ INDONESIA BERINTEGRITAS “ “BERANTAS KORUPSI  DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Bahwa dalam upaya pencegahan telah dilaksanakan penyebaran Bahan-Bahan Materi Tindak Pidana korupsi ke 41 instasi yaitu  Undang-undang No.20 Tahun 2001 tentang  perubahan atas  undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, striker, brosur keseluruh para Kepala Dinas / para kepala kantor/ kementrian /lembaga serta para kepala Cabang BUMD dan BUMN.

Bahwa terkait penanganan Korupsi pada tahun 2014 telah dilakukan penuntutan di pengadilan Tipikor pada pengadilan negeri pontianak diantaranya  Kasus pensertifikatan Tanah secara prona di Kantor Pertanahan Kab. Kapuas Hulu dan Dinas Pertanian tanaman pangan dan peternakan Kab. Kapuas Hulu dan sekarang terkait penanganan Kasus yang sedang berjalan masih dalam proses pengumpulan data dan keterangan terkait untuk menindaklanjuti laporan Masyarakat

Bahwa dalam melaksanakan percepatan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi menghadapi Kendala diantaranya pemanggilan saksi karena wilayah putussibau yang sangat luas serta personil kejaksaan negeri Putussibau belum memadai, serta dengan dilaksanakannya persidangan korupsi di pengadilan Tipikor  di pontianak  menyita waktu karena jarak tempuh 18 Jam, sehingga dalam hal ini kejaksaan negeri Putussibau belum optimal. Demikian sampaikan Acep Subhan Saepudin,SH Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan, Selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.(wartajurnalis)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *