Kecewa Dengan Pelayanan PDAM, Program Air ledeng MBR Menjadi Beban

( PDAM Tirta Khatulistiwa./ Hendry )

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( PONTIANAK ) – Program pemasangan air ledeng yang bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang merupakan program pemerintah pusat yang dibebankan  angaran APBN, Kamis (28/09)2017.  Program air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menjadi program yang untuk membantu warga masyarakat .

Sangat disayangkan malah terkesan MBR menjadi beban berat bagi masyarakat bagaimana tidak program yang di peruntukan bagi Masyarakat Berpengahasilan Rendah kini harus menangung beban pembayaran yang tidak wajar bagi masyarakat yang mengunakan air yang di subsidi pemerintah kota Pontianak.

Pasalnya, masih ada ditemukan dugaan kecurangan dalam malakukan penagihan terhadap pelangan Air bersubsidi tersebut, sebut saja salah satu warga Jln Panglima Aim Pontim, merasa kecewa dengan pelayan PDAM Tirta Khatulistiwa,  karena harus membayar 900 ribu lebih, untuk bulan yang akan datang, padahal setiap bulannya, selalu dibayar tagihan dan tidak ada tunggakan.

Terkait soal tersebut saat dihubungi, Netty selaku kasir wilayah Timur-Utara menjelaskan, ini kesalahan dari pencatat meteran yang tidak mencatatnya, tapi bagaimana pun konsumen harus dibebankan untuk membayarnya, walau pun itu harus menyicil dalam empat kali pembayaran,ucapnya singkat.

Terpisah Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Lajito, ST, ketika dikonfirmasi melalui via handphone mengatakan,  Saya lagi di luar kota, pemasangan ledeng (MBR) pada dasarnya sama dengan pemasangan biasa hanya saja yang di subsidi itu hanya pemasangan awal saja, tapi dari pemakaian sama seperti biasa yang bukan MBR, coba temui Pak Sumadi Kepala seksi pencatat meter di kantor,kata Lajito.

Sumadi saat di temui media ini ruang kerjanya menjelaskan, ini ada kesalahan dari pencatatnya mungkin tidak ketemu rumahnya, jadi pencatat meternya hanya mengira-ngira saja. Begitu ketemu pemakaiannya meningkat. “ Kita akan bantu pengurangannya dari 900 ribu lebih nanti kita kurangi, nanti buat aja surat pemohonan pengurangan nanti masukin aja di TU nanti dari TU masuk ke saya suratnya, sarannya. /(hendry/PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *