Kayu illegal : Asal Melawi Ditangkap, Sopir Sudah Ditahan, Bosnya Kapan ?

Dua truk kayu olahan illegal asal Melawi yang diamankan di Polres Sekadau 3 Juni lalu. Pemilik kayu sampai sekarang belum diperiksa. Polisi berjanji dalam waktu dekat yang bersangkutan akan dipanggil.

Truk bawa kayu ilegal diamankan Petugas./mus
Truk bawa kayu ilegal diamankan Petugas./mus

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Rabu, 3 Juni 2015 lalu, Kepolisian Resor Sekadau menangkap dua unit truk yang mengangkut kayu olahan tanpa dokumen alias ilegal.

Kayu jenis bengkirai dan keladan yang jumlahnya ratusan batang itu berasal dari Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi dan hendak dibawa menuju Pontianak.

Barang bukti berupa kayu bengkirai sebanyak 494 batang dan 124 batang kayu kedalan berikut dua unit truk dengan nomor polisi Z 9107 A serta AG 9858 VA turut diamankan.

Sopir masing-masing truk bernama Arif Maryoko dan Budi Prasetyo juga telah mendekam di sel tahanan Mapolres Sekadau. Kedua sopir saat ini berstatus sebagai tersangka. Namun, pemilik kayu illegal itu sampai sekarang belum diproses.

Bos kayu yang belakangan diketahui bernama Jojo, seorang pengusaha asal Pinoh, sampai sekarang belum dipanggil oleh polisi untuk diperiksa.

Kapolres Sekadau melalui Kasat Reskrim AKP K Purba berdalih pihaknya belum sempat melayangkan panggilan kepada pemilik kayu yang disebut-sebut pengusaha besar itu. Sebab, beberapa waktu terakhir banyak urusan yang harus diselesaikan.

Beberapa hari terakhir ini bolak-balik ke Polda, jadi kami belum sempat kirim surat panggilan untuk pemilik kayunya,” jawab Purba ditemui di kantornya, (8/6/2015) siang. Namun demikian, Purba berjanji akan menuntaskan kasus ini sampai selesai.

Pemilik kayu tetap akan diproses secara hukum. Kemarin, surat panggilan untuk bos kayu sedang dibuat. Purba mengatakan dalam 1 atau dua hari ini panggilan sudah akan dilayangkan. Hari ini lagi dibuat, dalam waktu dekat lah dipanggil bos-nya. Tetap kami proses secara hukum,” janji Purba./ mus mussin

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *