Kata Pj. Kades Sungai Nipah Iwan Kurniawan Pakai Aturan, Tapi di Lapangan di Temukan Satu Rumah 2 Stiker yang di Pasang

” Usut Penyaluran Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Jika Ada Dugaan Kongkalikong dan Permainan Tertentu Laporkan “

Pj. Kepala Desa Sungai Nipah Iwan Kurniawan dan Badrun (BPD-Desa Sui Nipah).

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SUNGAI NIPAH ! MEMPAWAH – Sebenernya cukup banyak program bantuan yang disalurkan, seperti  PKH itu penanggung jawabnya kememterian sosial pusat data dari mereka, desa memang tidak dilibatkan dan ada Pendampingnya.  Sedangkan BPNT itu penanggung jawabnya Dinas Sosial Kabupaten dan pembagiannya oleh Dinas langsung, BST Pusat ini tanggung jawabnya  Kementrian Sosial pusat juga, dan BLT DANA DESA ini baru jadi tanggung jawabnya Pemerintah Desa.

Dari bantuan yang disalurkan tersebut seharusnya tidak tumpeng tindih atau ganda hingga sampai di warga tepat sasaran.

2 Stiker Satu Rumah.
2 stiker satu rumah, dapat 3 bantuan.

Iwan Kurniawan Pj. Kepala Desa Sungai Nipah Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah ketika ditemui mengatakan bahwa tetap memakai aturan, Kamis (19/6/2020).

Kata Iwan Kurniawan, jika warga dalam satu rumah (KK) sudah mendapat bantuan PKH tidak boleh lagi mendapat BLT-DD dan itu aturan.

Ketika ditanya mengapa dilapangan ada yang dapat dua bantuan, bahkan ada yang tiga (3) dengan bukti tempelan stiker satu rumah dua stiker, Pj Kades tidak dapat memberikan jawaban pada warga.

Ini contoh 2 stiker 1 rumah.

Warga juga mempertanyakan untuk BLT-DD, apa kriteria yang dapat dan tidak dapat dan siapa yang menentukan atau menetapkan warga dapat BLT…? kembali warga dibuat kecewa karena tidak dapat penjelasan, dari Pj Kades Sungai Nipah.

Salah satu warga mengatakan, dalam penyaluran bantuan terkesan asal-asalan. Buktinya pada waktu pemasangan Stiker di rumah warga, pihak desa tahu persis kalau rumah yang dapat bantuan punya usaha serta mobil artinya warga tersebut mampu.

Lanjut Zubaidah (41), sudah tahu tidak dibenarkan satu rumah (KK) dapat 2 bantuan tapi herannya masih juga dipasang dua (2) stiker, apa ini dibenarkan. Sedangkan Pj Kades Sungai Nipah tetap memakai aturan satu rumah (KK) hanya satu bantuan saja, ucapnya kesal.

Penyaluran bantuan terus menuai masalah buktinya, Raoyan (65) alamat RT.17/04 Dusun Melati Desa Sungai

( Baju Putih Pak Roayan (60).

Nipah Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, sangat kecewa penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran tersebut.

Seperti yang terjadi pada istrinya atas nama Mardiah (60) serta anaknya bernama Mahdah pada data calon penerima BST ada tercantum tapi anehnya malah diganti, kesal Pak Raoyan.

Menurut Pak Raoyan pernah istrinya datang ke kantor desa untuk menanyakan tentang namanya yang di hapus, oleh pihak desa kata Istrinya yang dikutip Pak Raoyan bahwa yang mengapus dari Mempawah.

Data Calon Penerima Bantuan Sosial Tunai. dua nama yang di ganti atau dihapus.

Rupanya Pak Raoyan tidak terima atas perlakuan tersebut, saat ini beliau lagi konsultasi pada pihak yang mengerti akan hal tersebut dan jika penghapusan atau pergantian atas nama istri dan anak saya akan lapor ke pihak berwajib, ucapnya./*

PKP.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *