Kata Mulyadi Proyek Pasar Tradisional di Bangun di Atas Sungai

MEMPAWAH ! POSTKOTAPONTIANAK.COM- Proyek Pasar Tradisional Sui Kunyit di Semudun ini menelan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar yang bersumber dari APBD Mempawah 2015. Dimana pada kontrak ditunjuk sebagai

Proyek Pasar Tradisional dibangun diata Sungai./ foto : doc.PKP
Proyek Pasar Tradisional dibangun diata Sungai./ foto : doc.PKP

pelaksana proyek PT RSK, yang dibangun di atas Sungai mendapat tanggapan dari Mulyadi Jaya selaku Pemberhati Sosial di Kabupaten Mempawah.

Kepada media ini, Kamis (19/11/2015), Mulyadi mengatakan diduga pembangunan proyek Pasar Tradisional tersebut asal bangun.

Selain itu kata Mulyadi, apa yang disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertambangan Energi Kabupaten Mempawah, Darwin SE.MM mengenai pasar yang dibangun diatas sungai mengaku kesulitan mencari lahan pada Postkotapontianak.com, merupakan alasan yang kurang masuk akal. Masak untuk wilayah Kabupaten Mempawah yang cukup luas ini dikatakan tidak ada lahan.

Mulyadi Jaya./ foto:doc PKP
Mulyadi Jaya./ foto:doc PKP

“ Kita menilai, Kadis PERINDAGKOPTAMBEM bekarja hanya diatas meja dengan laporan asal bapak senang,” ujarnya.

Mestinya, sebelum proyek itu dibangun harus jelas dulu rencana awal. Hal ini perlu dipertanyakan mengapa dibangun diatas Sungai …? Apa ada aturan yang membolehkan ..? Bagaimana perencanaan awal sehingga ditempatkan diatas Sungai itu ? tanya Mulyadi.

Perlu diketahui, untuk perencanaan ada Bapedda Kabupaten yang menseleksi proyek yang diusulkan harus sesuai Tata Ruang Wilayah yang mana harus ikut atauran.  Jika ada yang menyimpang dari ketentuan, sudah tidak masuk dalam List proyek yang dianggarkan, ucap dia.

Tapi kenyataan proyek tersebut diatas masih jalan, disini terlihat pemerintah daerah atau dinas terkait tidak lagi pakai aturan. Pelaksanaan pekerjaan proyek pasar tradisional Semudun saat ini sedang dikerjakan.

Sementara itu masyarakat diharuskan mentaati aturan yang dibuat pemerintah daerah sebagai panduan, jelasnya.

Herannya, Pemda yang membuat Tata Ruang dengan dana tidak sedikit tetapi tidak dipakai hanya dilihat diatas kertas saja.

Dikatakannya, dalam hal ini masyarakat diajarkan tidak mematuhi aturan dan sekarang masyarakat bebas untuk membangun diatas Sungai, di bahu jalan karena sudah ada penduan dari pemda.

Jadi Pemda tidak perlu lagi buat aturan yang menghabiskan anggaran, salah satu contoh seperti bangunan Proyek Pasar Tradisional di Bangun di atas Sungai, imbuhnya.

“ Kita minta pada Instansi terkait dan Penegak Hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan Pembangunan proyek tersebut,” pungkas Mulyadi Jaya./ US


One thought on “Kata Mulyadi Proyek Pasar Tradisional di Bangun di Atas Sungai

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *