Kata Kadis Disperindakop Melawi Dr. Daniel, Jaga Kebersihan dan Keindahan Taman

Taman Kota Nanga Pinoh Melawi Kurang Menjaga Kebersihan Akibat Pedanggang dan Pengunjung Yang Tidak Bertanggung Jawab Perlu Perhatian Pemda Melawi

Taman Kota Nanga Pinoh Melawi
Taman Kota Nanga Pinoh Melawi./ foto Joni J.

MELAWI KALBAR:  Taman kota sejatinya menjadi tempat untuk memperindah kota, selain itu taman juga digunakan untuk tempat bersantai, mendapatkan kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan yang dapat dinikmati oleh seluruh warga kota Nanga Pinoh.

Seperti halnya taman yang berada di jantung kota Nanga Pinoh Kabupaten Melawi selain dibuat untuk memperindah kota, Taman juga menjadi tempat untuk rekreasi dan bersantai, baik dari kalangan anak muda maupun orang tua dikala senja sore hari.

Namun sayang yang terjadi justru sebaliknya banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan merusak keindahan taman.

“Berjualan boleh tapi harus dikemas yang rapi, setelah berjualan tolong tenda atau lapaknya dikemas agar saat pagi sampai siang hari saat tidak berjualan taman tetap nampak indah dah rapi,”Ungkap Kadis Disperindakop Dr. Daniel, SP.,MM. Saat dihubungi awak media. Kamis,08/09/2022.

Sambil kedepan kita mau dorong agar yang berjualan menggunakan gerobak, supaya setelah berjualan bisa mudah untuk memindahkan. Kita inikan sedang mendorong agar ada penggunaan gerobak tapi ini masih butuh proses. Kita masih mau lobi pemerintah daerah atau pihak perbankan untuk menyediakan gerobak.

“Saya tidak melarang berjualan, berusaha untuk mencari rezeki tapi disisi lain kita juga mengimbau agar menjaga keindahan. Karena sekarang kita masih belum bisa menfasilitasi mereka (Penjual Red) solusi belum kita dapatkan.

Jika solusi sudah kita dapat misalnya pemerintah daerah (Bupati) bisa memfasilitasi tempat atau gerobak kita akan data. Sementara ini kita sudah data perhari kemari sebanya 34 orang yang jualan. Seandainya pemerintah daerah tidak bisa memfasilitasi kita akan dorong pengajuan KUR untuk beli gerobak mereka bisa bayar cicil kita bantu komunikasikan ke pihak perbankan.

Selain penjual di sekitar taman, kita juga himbau penjual buah di sekitar SD 6 ini kan yang mengunakan mobil pick up tentu sangat mengganggu, aktifitas jalan raya dan parkir sempit saat orang tua murid mejemput anak sekolah.

Sebab dengan berjualan bukan pada tempat yang telah disediakan pemerintah kota melawi mengakibatkan sampah yang tidak karuan bahkan sampai ke jalan raya dan monumen bundaran tugu juang Nanga Pinoh akibat pengunjung yang tidak mentaati aturan tentang kebersihan. Maka di perlukan kesadaran penjual dan pedangang gerobak atau asongan serta para pengunjung buanglah sampah pada tempatnya,”Tegasnya.

Kita sudah data perhari kemari sebanyak 35 Orang pedagang,” Jelas Daniel.

Salah satu warga yang memberikan keterangan dengan media sebelumnya pernah posting di fb namun tidak ada respon dan tindakan tegas dari istansi terkait dan pemda melawi.

Menyampaikan “Banyak orang-orang yang tidak bertangung jawab dan tidak peduli terhadap lingkungan dan kebersihan khususnya diarea taman kota tugu juang nanga pinoh membuang sampah sembarangan dan tidak pada tempatnya yang telah di sediakan dinas kebersihan sehingga menyebakan taman dan tugu menjadi kotor tercemar oleh oknum yang tidak bertangung jawab dampak dari pedagang dan pengunjung”Tegasnya./*

Joni Julianto


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.