Kata Anwar Kiah, PT Tunas Baru Abadi Tidak Kantongi Ijin Pertambangan Galian C

ROTE NDAO ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Sejumlah lokasi pertambangan batu di wilayah Kabupaten Rote

Finus Fanggidea Direktur PT Tunas Baru Abadi./ IST
Finus Fanggidea Direktur PT Tunas Baru Abadi./ IST

Ndao diduga ilegal atau tak memiliki ijin galian golongan C. Beberapa di antaranya lokasi galian batu di Desa Oelunggu Dusun Lekik Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Propinsi Nusa Tenggara Timur. Selain itu galian batu di Dusun Lekik (Galian Sertu) sangat memberbahayakan, warga sekitar Desa, Oelunggu serta di wilayah kabupaten Rote Ndao.

Dimana kontraktor selakuk pemenang tender ini ialah Finus Fanggidae sangat disesalkan warga, Finus Fanggidae adalah seorang pengusaha yang terkenal di kabupaten Rote Ndao sangat tidak menghargai keluhan masyarakat dan paham aturan pemerintah di Daerah ini.

Aktivitas penggalian galian C di lokasi-lokasi tersebut sampai saat ini masih beroperasi. Sejumlah alat berat berupa eksavator stand by di tiap-tiap lokasi untuk menggali dan memecah gunung.

Diduga, aktivitas galian di beberapa lokasi itu sudah berlangsung cukup lama Cukup hampir dua bulan.

Sementara itu terindikasi Finus fanggidae  belum mengantongi ijin, galian-galian tersebut juga masih banyak yang belum membayar retribusi.

Sebagaimana di atur dalam Perda Kabupaten Rote Ndao tentang galian C, setiap aktivitas penggalian kandungan bumi yang masuk kategori galian C harus dipungut retribusi untuk daerah itu.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao, Daniel Zakarias saat dikonfirmasi melalui hand phonenya, mengatakan pihaknya belum juga melalukan  cross check dan juga untuk ijin belum ada, karena saya sendiri selaku Kepala Dinas setahu saya Galian C yang dilakukan oleh PT Tunas Baru Abadi belum mempunyai ijin.

Saat ditanya apa tindakan dari Dinas Pertambangan Kabupaten Rote Ndao, apakah dibiarkan. Menurut Kadis yang menjawab pertanyaan wartawan mengatakan nanti diratakan saja, mungkin kontraktor memerlukan matreal jadi nanti kita ratakan kembali saja dan juga nanti saya printahkan staf agar kelapangan untuk mengecek galian-galian c tersebut dan juga aturan dalam tahun ini ijinnya semua dari propinsi. Jadi saya juga belum tau, dan itu lokasi dimana-mana saja, ucap Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao kepada wartawan. Semua lokasi galian C  itu di mana-mana supaya biar besok kami turun ke lokasi dan perintahkan kontraktor untuk meratakan kembali, janjinya.

“Kami belum cek, khusus untuk wilayah desa Oelunggu dan sekitarnya,” ungkap Zakarias, Mestinya, semua aktivitas yang tergolong galian C termasuk galian batu harus memiliki atau mengantong ijin baru melakukan pekerjaan itu dan wajib menyetor pajak atau retribusi untuk daerah itu. “Ya harusnya setor sesuai Perda, besoklah saya cek lebih teliti,” kata Zakarias.

Disinggung soal perijinan, Zakarias enggan berkomentar lebih jauh karena ia tidak pernah memberikan ijin galian kepada PT Tunas Baru Abadi. “Kalau ijin setahu saya  itu dari propinsi, lebih jelas tanyakan ke Dinas PU dan Pertambangan saja di Propinsi,” anjurnya.

Sementara, Kepala Dinas PU Kabupaten Rote Ndao ketika hendak dihubungi nomor kontaknya tidak aktif.

Di tempat terpisah, Anggota DPRD kabupaten Rote Ndao, Anwar Kiah menyayangkan belum tertibnya pengelolaan galian C di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Menurut Anwar Kiah, dalam penjelasannya melalui hand phone selulernya mengatakan bahwa galian C yang dilakukan oleh PT Tunas Baru Abadi itu belum mempunyai Ijin Pertambangan dan dari kami Komisi C DPRD kabupaten Rote Ndao sudah panggil Kepala Dinas PU dan Dinas Pertambangan untuk menyuruh mereka tutup itu lubang dulu karena lubang itu sangat membahayakan masyarakat di desa tersebut.

Lanjutnya, jika kalau Kadis Pertambangan tidak tahu Ijin Pertambangan maka itu mereka sengaja itu. Perlu diketahui bahwa pihak DPRD jelasnya, galian itu Legal bukan ilegal jadi kami DPRD minta agar dari dinas PU dan Dinas Pertambangan agar cepat menutup lubang itu. Dan jika dari pihak PT Tunas Baru Abadi (Finus Fanggidae) tidak menutup maka itu sudah melawan Aturan dan Undang-undang serta Perda di Dinas itu, pungkas Anwar kepada wartawan.

Terkait galian C tanpa ijin dan pemberitaan yang berimbang, melalui hand phone milik Finus Fanggidae selaku Direktur PT. Tunas Baru Abadi, wartawan berupaya melakukan konfirmasi dan manghubungi Hpnya tersebut aktif tapi tak diangkat, bahkan via di SMS juga tidak mandapat respon./*

Laporan : Dance Henukh-NTT


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *