Kasus yang Sempat Menghebohkan Warga Melawi, Akhirnya Pelaku Pembunuh Abang dan Adik Berhasil di Ringkus Polisi

MELAWI-POSTKOTAPONTIANAK.COM

Kepolisian Resor Melawi akhirnya menetapkan Seorang tersangka DV (29 tahun) Dalam kasus Penganiyaan berujung Pembunuhan dua kakak beradik Sandi Purwanto (17 tahun) dan Syifa (4 tahun) yang terjadi pada Senin Malam (17/2/2020) di Gg Keluarga Desa Sidomulyo, Kecamatan,Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Kalimantan Barat

Di tetapkanya DV Sebagai tersangka setelah polisi Melakukan Olah Tempat kejadian perkara (TKP) pada dua lokasi
serta keterangan dari beberapa saksi
ujar Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi saat memimpin gelar press release di ruang tribrata Polres Melawi pada Rabu (19/2/2020) Siang.

Dalam pengungkapan kasus tersebut Polres Melawi juga membentuk Tim investigasi dengan bantuan personil dari Polda Kalbar,

Sebelumnya masyarakat Desa Sidomulyo sempat di gegerkan terjadinya peristiwa Penganiyaan berujung pembunuhan terhadap satu keluarga,di Gg keluarga Desa Sidomulyo,dari kejadian tersebut seorang Ibu mengalami luka parah di bagian kepala hingga kritis serta kedua anaknya Sandi Purwanto (17 Tahun) dan Adiknya Syifa (4 Tahun) meninggal dunia,

Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi memaparkan,”Saat peristiwa itu terjadi,Juandi alias Iwan,Suami korban sedang tidak berada di rumah,Juandi beranjak dari rumahnya menyusul adanya telepon dari rekan bisnisnya menawarkan Sapi di desa kenual.”ujar Kapolres.

Motif tersangka berawal dari kekesalan dan sakit hati,dimana tersangka sebelumnya pernah membawa sepeda motor Milik Juandi selama tiga Minggu tanpa ijin,Saat mengembalikan ada ucapan yang menyinggung tersangka,
juga dalam kekesalan lainnya yang membuat tersangka semakin sakit hati.

“Kronologis,Pada malam itu,sekira jelang magrib,tersangka DV mendatangi rumah Juandi,untuk meminta BPKB kendaraannya yang sempat di gadaikannya kepada Juandi beberapa waktu lalu,kemudian BPKB tersebut di berikan Juandi kepada isterinya,Wita, keduanya pun sempat ngobrol,tiba-tiba Juandi beranjak pergi meninggalkan tersangka DV dirumahnya,sepeninggalan Juandi,Tersangka DV meminta kembali BPKB tersebut kepada Wita yang sedang berada di kamarnya,saat Wita keluar tersangka DV langsung menghantam bagian kepala Wita dengan sebuah besi Shock Sepeda motor sebanyak dua kali
mendengar ada jeritan,anak korban,sandi yang tengah berada di ruang tengah bergegas menyusul,naas Sandi pun di sambut dengan pukulan benda yang sama di bagian kepalanya,selanjutnya adik Sandi,Syifa yang sebelumnya sedang bersama sandi juga mengalami hal yang serupa, Syifa pukul berkali kali dengan benda yang sama hingga ketiganya tergeletak tak berdaya bersimbah darah di ruangan dapur,dengan kondisi kritis dalam peristiwa itu,Wita sempat di selamatkan oleh tetangganya ketiganya langsung di larikan ke rumah sakit namun nyawa kedua anaknya Sandi dan Syifa tak dapat di selamatkan,ungkap Tris.

“Setelah Melakukan Penganiyaan itu, tersangka DV langsung bergegas pulang ke rumahnya, mandi dan mengganti baju yang sudah basah berkeringat lalu menyimpan bajunya bekas pakainya tersebut di kolam.

Selanjutnya tersangka DV kembali kembali lagi ke TKP Rumah korban,mengetahui korban telah di bawa ke rumah sakit, tersangka pun menyusul kerumah sakit,
berdasarkan keterangan dari beberapa saksi mengatakan tersangka DV merupakan orang terakhir yang berbeda di rumah korban pada malam itu,”terang Kapolres.

“Selanjutnya Kamipun melakukan pemeriksaan tersangka DV yang awalnya sebagai saksi,setelah gelar perkara di tingkatkan alih status menjadi tersangka
berdasarkan beberapa keterangan beberapa saksi dan alat bukti, ada pun alat bukti yang di amankan berupa 1 Batang besi Shock Sepeda Motor,pakaian korban dan tersangka, bungkus rokok dan BPKB.

Dalam kasus ini tersangka di ancam Dengan Pasal Pembunuhan dan Penganiayaan dengan pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 tentang Perlindungan anak serta pasal 340 KUHP,dan pasal 338 serta pasal 351 KUHP
“Dengan Ancaman 20 tahun Penjara./( Jon )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *