Kasus DBD di Landak Harus Dicegah Sejak Dini

Pj Sekda Landak, Alpius, saat diwawancarai awak media di kantor Bupati Landak./ dan

NGABANG,POSTKOTAPONTIANAK.COM – Terkait kasus Demam Berdarah yang terjadi di Kabupaten Landak, Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Landak ( Alpius), Rabu (5/4/2017), menanggapi bahwa seharusnya Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas, Postu,  sejak dini dapat melakukan koordinasi yang baik untuk pencegahan,sehingga kasus  DBD tidak terjadi, dan tidak mengalami peningkatan seperti sekarang yang mencapai 48 orang,yang mengidap penyakit DBD.

 Alpius mengatakan, DBD ini perlu adanya penanganan darurat oleh Dinas Kesehatan dan yang penting laporkan datanya kepada atasan, karena kita sudah anggarkan dananya untuk darurat banjir, darurat penyakit dan musibah lainnya yang sifatnya sesuatu wabah penyakit terhadap kesehatan masyarakat. Saya kira sejauh itu bisa kita tangani.

Alpius juga meminta pada Dinas instansi terkait melakukan kroscek lapangan dan langkah-langkah prefentip yang harus dilakukan tindakan awal seperti melakukan poging ditempat yang di anggap rawan DBD.

“ Nanti kita lakukan koordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan dan saya juga belum mendapat laporan dari Dinas Kesehatan terkait jumlah DBD di Kabupaten Landak,” jelasnya.

Memasuki pancaroba, Alpius meminta Kepada Dinas teknis untuk menyampaikan informasi dan arahan kepada Dinas teknisnya sampai pada UPT, Postu dan Puskemas yang ada di Kabupaten Landak, tentu harus senantiasa melakukan monitoring dan melakukan deteksi dini terhadap situasi pancaroba sekarang ini.

” Dan memberikan laporan serta koordinasi dengan pimpinan, sehingga bisa melakukan langkah dan upaya. Kalau kita tidak mampu, bisa kita lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Dalam penanganan DBD ini tidak terlepas dari peran kita Pemerintah Kabupaten Landak./(dan/PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *