Kapolres Melawi: Sidak Timbunan kayu logs dan alat berat, milik PT. AAG di police line

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MELAWI-Sudah sejak lama berbagai informasi dari para tokoh dan anggota masyarakat Kecamatan Sokan Kabupaten Melawi Kalbar, kapolres melawi sidak timbunan kayu logbahwa PT. Adau Agro Group yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit, terindikasikan mengadakan pembabatan hutan lindung di Kecamatan Sokan untuk memperluas usaha perkebunannya, beberapa waktu lalu.

Kawasan Hutan Kecamatan Sokan adalah merupakan kawasan hutan lindung (HL) dan Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat.

Setelah PT. Adau Agro Kalbar mendapat ijin usaha perkebunan (IUP) dari Pemerintah, kemudian PT. Adau mengurus Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) dengan Pemerintah Kabupaten Melawi, dan yang menjadi pertanyaan masyarakat, diwilayah kecamatan sokan, tidak ada status kawasan hutan Areal Penggunaan Lain (APL), akan tetapi mengapa pemerintah bisa memberikan IUP kepada PT. Adau Agro kalbar di kawasan Hutan HL dan HPT serta HP? kapan pemerintah khususnya kementerian kehutanan mengadakan perubahan fungsi kawasan hutan di kecamatan sokan ?.

Dengan ijin pemanfaatan kayu (IPK) yang dikantongi oleh PT. Adau Agro Kalbar, yang belum jelas legalistasnya, PT. Adau Agro Kalbar, telah berani melakukan penebangan kayu logs di kawasa hutan lindung HL dan hutan produksi terbatas HPT, yang jumlahnya di TPK/TPN mencapai ± 30.000m3 dengan menggunakan alat-alat berat mekanik.

Kapolres Melawi AKBP Cornelis. M, S. Sik yang belum satu bulan mengemban tugas di Melawi mengadakan Inspeksi mendadak (SIDAK) ke Kecamatan Sokan di dalam wilayah kerja PT. Adau Agro Kalbar. Dilokasi tersebut Kapolres melawi dan rombongan, menemukan tumpukan-tumpukan kayu logs di beberapa TPK/TPN yang jumlahnya bisa mencapai ± 30.000m3, dan beberapa unit alat-alat berat mekanik (tractor, excavator, wheel loader, logging truck, dump truck) yang dipergunakan oleh PT. Adau Agro Kalbar untuk memproduksi kayu logs dikawasan tersebut.

Ir.-Nahru-Kepala-Dinas-Kehutanan-dan-PerkebunanKapolres Melawi langsung mengadakan pengukuran secara acak, sebagian kayu logs, berdasarkan nomor code logs sesuai dengan yang tertera didalam laporan hasil penebangan (LHP) PT. Adau Agro Kalbar di lokasi.

Karena managemen PT. Adau Agro Kalbar, dilapangan tidak dapat menunjukkan legalitas dokumen atau ijin yang dimiliki oleh PT. Adau, akhirnya Kapolres Melawi menyegel kayu-kayu dan segala perlengkapannya tersebut dengan Police Line dan dianggap illegal.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kapolres Melawi membenarkan atas temuan-temuan dilokasi kerja PT. Adau Agro Kalbar, dan tetap akan ditindak lanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Saat ini Polres Melawi sedang mengadakan penyidikan/penyelidikan dan pengembangan kasus atas permasalahan tersebut. Siapapun yang terlibat didalam pelanggaran, tetap akan diproses sesuai dengan hukum, tanpa pandang bulu, ujar Kapolres Mealwi, AKBP Cornelis M, S.Sik.

Disisi lain, Ir. Nahru, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Melawi menjelaskan, kepada para wartawan diruang kerjanya bahwa PT. Adau Agro Kalbar mempunyai IJIN IUP dan IPK.

Berapa luas ijin lean clearing dan luas IPK serta target produksi PT. Adau Agro Kalbar Tahun 2014, serta sudah berapa besar Pajak DR/PSDH dan Pajak Kendaraan alat-alat berat yang sudah disetor oleh PT. Adau Agro Kalbar pada Negara.

Ir. Nahru (Kadishutbun) Melawi tidak bisa memberikan jawaban, malah bertanya kembali kepada para wartawan, mengapa para wartawan ingin tahu berapa target produksi PT. Adau Agro Kalbar dan sudah berapa pajak yang dibayarkan PT. Adau Agro Kalbar pada Negara, yang penting PT. Adau Agro Kalbar punya ijin, dan dikeluarkan oleh Bupati, imbuh Ir. Nahru.

Ditambahkan oleh Benny Panjaitan, Koordinator NCW Wilayah Timur Kalbar, ijin IPK yang diluarkan oleh Bupati melawi untuk PT. Adau Agro Kalbar adalah berdasarkan permohonan dan hasil telaah dari Dinas Kehutanan. tanpa adanya hasil telaah/pertimbangan teknis dari Dinas Kehutanan, tidak mungkin Bupati Melawi mengeluarkan ijin IPK untuk PT. Adau Agro Kalbar, begitu juga dengan ijin penggunaan alat berat mekanik untuk Lean Clearing (LC) dan penggunaan alat-alat berat untuk penebangan/pengangkutan kayu log produksi. Ijin apa yang sudah dikantongi PT. Adau Agro Kalbar untuk alat berat.

Apakah PT. Adau Agro Kalbar sudah mengantongi ijin pendaratan dan ijin mobilisasi alat-alat berat dari pihak yang berwenang, dan berapa jumlah unitnya, imbuh Benny Panjaitan.

Semua pihak menghimbau agar kementerian kehutanan, perhubungan, agrarian, pertanian/perkebunan, dapat mengambil sikap dan turun kelapangan bekerjasama dengan penyidik, memproses PT. Adau Agro Kalbar sesuai dengan hukum, atas pelanggarannya, pungkas Benny Panjaitan.(Joni).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *